Kadar gula pereduksi merupakan indikator penting dalam penilaian mutu madu sebagaimana tercantum pada Standar Nasional Indonesia (SNI) 8664:2018. Namun, pengujian laboratorium membutuhkan biaya, waktu, dan peralatan khusus sehingga kurang sesuai untuk produsen skala kecil. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem pakar berbasis web untuk memprediksi kadar gula pereduksi madu menggunakan nilai Brix sebagai input. Model dibangun dengan Jaringan Syaraf Tiruan (JST) tipe Perceptron Lapis Tunggal dan diimplementasikan melalui Streamlit, kemudian dihosting di Hugging Face Spaces agar mudah diakses secara daring. Dataset penelitian terdiri dari 15 data nilai Brix dan 5 data gula pereduksi, yang dilengkapi menjadi 20 pasangan data melalui interpolasi linier. Data dinormalisasi menggunakan metode Min-Max sebelum dilakukan pelatihan dengan validasi silang 5-Fold Cross Validation dan evaluasi menggunakan Mean Squared Error (MSE). Hasil terbaik dicapai pada epoch ke-300 dengan MSE sebesar 0,0676, sedangkan pelatihan hingga 800 epoch menghasilkan MSE akhir 0,1330. Sistem memungkinkan pengguna melakukan pelatihan dan prediksi secara langsung serta menampilkan hasil berupa visualisasi, nilai bobot dan bias, serta validasi terhadap standar SNI. Penelitian ini menunjukkan potensi penggunaan nilai Brix dan JST untuk prediksi mutu madu, meskipun masih terbatas oleh ukuran dataset dan penggunaan interpolasi.
Copyrights © 2026