Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model manajemen sumber daya manusia (SDM) di pesantren-pesantren Mandailing Natal dengan fokus pada integrasi kearifan lokal dan kompetensi profesional guru. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen untuk menggali praktik manajemen SDM yang berjalan secara tradisional sekaligus adaptif terhadap tuntutan pendidikan modern. Analisis dilakukan dengan memadukan perspektif teori values-based HRM, cultural embeddedness, teori kompetensi, experiential learning, serta pendekatan hybrid management. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama: pertama, kearifan lokal Mandailing khususnya filosofi Dalihan Na Tolu berperan sebagai kerangka etis yang memengaruhi hubungan kerja, loyalitas guru, dan pola kepemimpinan pesantren. Kedua, kompetensi profesional guru berkembang adaptif melalui kombinasi pembinaan tradisional, mentoring, diskusi kitab, serta pelatihan berbasis kurikulum nasional. Ketiga, pesantren menerapkan model manajemen SDM hibrida yang memadukan mekanisme tradisional dan sistem modern melalui proses rekrutmen, pembinaan, dan evaluasi kinerja yang semakin terstruktur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pengelolaan SDM pesantren Mandailing Natal ditentukan oleh kemampuan lembaga dalam mengintegrasikan nilai budaya lokal dengan prinsip profesionalisme kontemporer. Model ini memberikan kontribusi bagi kajian manajemen pendidikan berbasis nilai serta menawarkan kerangka alternatif untuk pengembangan SDM di lembaga berbasis tradisi.
Copyrights © 2026