Kota Kupang NTT menghadapi krisis sampah plastik yang serius, dengan produksi sampah mencapai 233 ton/hari namun hanya 60-70% yang tertangani.Program pemerintah seperti "Kupang Diet Kantong Plastik" belum dinyatakan efektif sehingga dampak yang dihadapi kota Kupang sejauh ini meliputi pencemaran lingkungan, banjir, gangguan kesehatan dan kerusakan ekosistem laut. Penelitian ini memberikan solusi partisipatif untuk perbaikan lingkungan hidup dengan merubah persepsi masyarakat agar mengurangi penggunaan plastik sekali pakai melalui kampanye digital “Efisiensi Plastik”, sehingga dapat meningkatkan kesadaran dan merubah perilaku masyarakat dalam mengelola plastik. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah merancang kampanye digital dengan teknik 5A Kotler. Ini merupakan strategi marketing terkini yang mengikuti era konektivitas, sehingga dapat secara efektif mempengaruhi audiens, dalam konteks membangun kesadaran masyarakat terhadap penggunaan plastik, sekaligus sebagai rekomendasi dalam mendukung program pemerintah "Kupang Green and Clean 2025. Model 5A dari Kotler dengan mengandung pesan emotional appeal yang menimbulkan respon emosional bagi yang melihatnya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan wawancara mendalam, kuesioner dan FGD, perancangan kampanye akan melalui tahapan 5A yaitu Aware, Appeal, Ask, Act, Advocate dari Philip Kotler, untuk mendapatkan konten kampanye yang efektif yang nantinya akan diintegrasi ke media sosial, kemudian dievaluasi melalui metrik engagement dan survei perubahan perilaku.
Copyrights © 2026