Community-acquired pneumonia (CAP) merupakan salah satu penyebab kematian utama pada anak-anak diseluruh dunia. Antibiotik merupakan terapi utama pada pneumonia dan diperlukan studi farmakoekonomi dengan metode cost effectiveness analysis (CEA) untuk membandingkan biaya pengobatan dengan efektivitas terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas biaya antibiotik tunggal Seftriakson dan antibiotik kombinasi Ampisilin+Gentamisin pada pasien pneumonia anak di instalasi rawat inap RSUD Kabupaten Klungkung. Pengumpulan data secara retrospektif menggunakan rekam medis. Data biaya menggunakan biaya rumah sakit (healthcare perspective) dan biaya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) (payer perspective). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar menerima terapi kombinasi (78,4%), dengan terbanyak kombinasi ampisilin dan gentamisin (52,8%). Nilai Average Cost-Effectiveness Ratio (ACER) berdasarkan payer perspective menunjukkan Kelompok tunggal adalah sebesar Rp 1.162.081/hari, sedikit lebih tinggi dibandingkan Kelompok kombinasi yang bernilai Rp 1.100.689/hari. Perspektif healthcare provider, Kelompok tunggal memiliki ACER lebih rendah yang bernilai Rp 908.449/hari dibandingkan Kelompok kombinasi yang bernilai Rp 906.053/hari. Nilai Incremental Cost-Effectiveness Ratio (ICER) dari perspektif payer adalah Rp 609.551 /hari dan perspektif healthcare nilai ICER Rp 886.880 /hari. Tidak ditemukan perbedaan yang signifikan dari efektivitas biaya dan efektivitas terapi. Kelompok terapi tunggal memiliki ACER payer sedikit lebih tinggi, tetapi memiliki nilai ICER yang lebih rendah dan LOS yang lebih cepat dibandingkan kelompok terapi kombinasi.
Copyrights © 2026