Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat kanker pada wanita di Indonesia, yang sebagian besar disebabkan oleh rendahnya cakupan deteksi dini dan keterlambatan diagnosis sehingga efektivitas terapi antikanker menjadi kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan obat antikanker berdasarkan respons klinis pada pasien kanker serviks rawat inap di RSUP Fatmawati tahun 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan observasional dengan desain cross-sectional, menggunakan data dari 156 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemoterapi kombinasi paklitaksel dan sisplatin merupakan jenis terapi yang paling banyak digunakan. Respons klinis terbanyak adalah respons parsial (56,41%) dan respons lengkap (18,59%), menunjukkan efektivitas terapi berdasarkan dominasi respons klinis positif dibandingkan progresi penyakit. Progresi penyakit terjadi pada 17,95% pasien dan penyakit stabil pada 7,05%. Analisis bivariat menunjukkan bahwa hanya stadium kanker yang memiliki hubungan signifikan terhadap respons klinis (p = 0,017). Penelitian ini menyimpulkan bahwa terapi antikanker yang digunakan cukup efektif, terutama pada pasien dengan stadium awal. Pemilihan terapi yang tepat dan deteksi dini menjadi faktor penting dalam meningkatkan keberhasilan pengobatan kanker serviks
Copyrights © 2026