Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Identification of coral fish species in the coral reef ecosystem in the coastal waters of Teluk Bakau Village, Bintan Regency Kepulauan Riau Province Sari, Dini; Eddiwan, Eddiwan; Efizon, Deni
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 6 (2019): Edisi 2 Juli s/d Desember 2019
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractIn the coastal water of TelukBakau village there is coral reef ecosystem that is inhabitby many coral fish species. Information on the types of coral fishes living in that area is limited. To understand the types of coral fishes in the coral reef ecosystem in that area, a study has been conducted in March-April 2019. Fish samplings were conducted once a weeks in 1 month. The fishes were captured using gill nets and bamboo traps. Fish samples were then identified. Results shown that the fish caught from the study area consistedof 2 orders, 13 families, 19 genera, and 28 species. The most common fish present during the study was the member of  Holocentridae and Lethrinidaefamilies. Keyword: Identification, Coral fish, Coral Reef Ecosystem, Teluk bakau, Bintan Regency
Efektivitas Penggunaan Obat Antikanker Pada Pasien Kanker Serviks di RSUP Fatmawati Tahun 2024 Amirulah, Fajar; Islamyah, Azmi Annisa; Sari, Dini; Luthfiana, Farisa
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 1 (2026): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i1.37368

Abstract

Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat kanker pada wanita di Indonesia, yang sebagian besar disebabkan oleh rendahnya cakupan deteksi dini dan keterlambatan diagnosis sehingga efektivitas terapi antikanker menjadi kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan obat antikanker berdasarkan respons klinis pada pasien kanker serviks rawat inap di RSUP Fatmawati tahun 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan observasional dengan desain cross-sectional, menggunakan data dari 156 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemoterapi kombinasi paklitaksel dan sisplatin merupakan jenis terapi yang paling banyak digunakan. Respons klinis terbanyak adalah respons parsial (56,41%) dan respons lengkap (18,59%), menunjukkan efektivitas terapi berdasarkan dominasi respons klinis positif dibandingkan progresi penyakit. Progresi penyakit terjadi pada 17,95% pasien dan penyakit stabil pada 7,05%. Analisis bivariat menunjukkan bahwa hanya stadium kanker yang memiliki hubungan signifikan terhadap respons klinis (p = 0,017). Penelitian ini menyimpulkan bahwa terapi antikanker yang digunakan cukup efektif, terutama pada pasien dengan stadium awal. Pemilihan terapi yang tepat dan deteksi dini menjadi faktor penting dalam meningkatkan keberhasilan pengobatan kanker serviks
Penyuluhan Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan Bahaya Merokok bagi Saluran Pernapasan di SMA Negeri 41 Jakarta Sari, Dini; Jusnita, Nina; Sagala, Zuraida; permatasari, maya; Risma, Nindita; wijaya, tenisye; rahmawati, aulia
KAMI MENGABDI Vol 5, No 2 (2025): KAMI MENGABDI
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/km.v5i2.8886

Abstract

nfeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit yang paling sering menyerang masyarakat Indonesia, terutama pada kelompok usia anak dan remaja. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri yang menyerang saluran pernapasan atas maupun bawah dan dapat menimbulkan gejala seperti batuk, pilek, demam, serta sesak napas. Faktor perilaku seperti kebiasaan merokok berperan besar dalam memperburuk kondisi saluran pernapasan. Asap rokok mengandung ribuan zat kimia berbahaya, termasuk nikotin, tar, karbon monoksida, dan benzena, yang dapat menurunkan daya tahan tubuh, mengiritasi jaringan paru, serta meningkatkan risiko terjadinya ISPA baik pada perokok aktif maupun pasif. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2023), prevalensi perokok remaja usia 10–18 tahun mencapai 7,4%, menandakan pentingnya edukasi kesehatan untuk menumbuhkan kesadaran sejak dini tentang bahaya merokok dan pentingnya menjaga kesehatan pernapasan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SMA Negeri 41 Jakarta pada tanggal 2 Oktober 2025 dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa terhadap ISPA dan bahaya merokok. Metode pelaksanaan dilakukan melalui penyuluhan interaktif yang meliputi presentasi, diskusi, pre-test, dan post-test. Materi mencakup pengertian ISPA, penyebab, faktor risiko, gejala, serta cara pencegahan, disertai dengan penjelasan mengenai dampak zat berbahaya dalam rokok terhadap sistem pernapasan. Evaluasi hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan dari rata-rata nilai pre-test 76,3% menjadi 92,6% pada post-test. Peningkatan terbesar terjadi pada pemahaman siswa mengenai pencegahan ISPA dan hubungan antara rokok dan gangguan pernapasan. Hasil ini menunjukkan bahwa metode edukasi interaktif sangat efektif dalam meningkatkan kesadaran siswa terhadap kesehatan paru-paru dan pentingnya menjauhi rokok. Diharapkan kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, bebas asap rokok, serta menjadi contoh program edukasi berkelanjutan di masyarakat.