Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kegelisahan terhadap kondisi petani perempuan yang memikul beban ganda sebagai pencari nafkah dan pengurus rumah tangga. Peran ganda ini tidak hanya berdampak pada kondisi ekonomi keluarga, tetapi juga memengaruhi aspek sosial, psikologis, dan perkembangan perilaku anak. Penelitian menggunakan metode studi Pustaka dengan mengambil refrensi dari penelitian-penelitian terdahulu maupun sumber-sumber lain yang mendukung dan relevan untuk artikel ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan perempuan dalam dua peran besar menyebabkan berkurangnya waktu interaksi dengan anak. Hal ini berdampak pada berkurangnya perhatian, pendidikan dini, serta dukungan psikososial dari orang tua. Akibatnya, anak cenderung meniru perilaku negatif, menjadi pendiam, kurang empati, dan merasa kurang mendapat dukungan emosional. Kendala tersebut terbagi menjadi dua: dari pihak orang tua dan dari perilaku anak itu sendiri. Selain itu, faktor lingkungan keluarga, pengalaman sosial awal, dan pengaruh dari luar rumah juga memengaruhi pola perilaku anak. Meski demikian, sebagian ibu tetap berusaha menjalin kedekatan emosional dengan anak, meskipun terbatas oleh waktu dan tenaga. Penelitian ini menyoroti pentingnya perhatian terhadap keseimbangan peran ibu agar tumbuh kembang anak tetap terjaga secara optimal.
Copyrights © 2025