Petani ubi kayu akan mendapatkan penghasilan dari usaha taninya setelah panen 7-10 bulan kemudian. Dengan jarak tanam ubi kayu yang cukup lebar (1-2 m) terdapat potensi ruang tumbuh di bawah tegakan ubi kayu yang dapat ditumpangsarikan dengan tanaman semusim. Agar tanaman sela yang ditanami ubi kayu dapat tumbuh dan berproduksi secara optimal, maka perlu dilakukan penataan tata letak penanaman jagung manis. Selain itu, diperlukan juga informasi mengenai varietas jagung manis yang cocok dan adaptif untuk ditumpangsarikan dengan ubi kayu. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pola tanam jagung manis terbaik yang dapat menghasilkan pertumbuhan dan hasil jagung manis sistem tumpangsari, dan menentukan varietas jagung manis terbaik dalam pola tanam tumpangsari jagung manis dengan ubi kayu. Ada enam kombinasi perlakuan tanam dan varietas jagung manis. Perlakuan tersebut meliputi: dua tata letak atau posisi tanam jagung manis, yaitu di antara barisan singkong (J1) dan di dalam barisan singkong (J2), dan tiga varietas jagung manis komersial: Varietas Mira (V1), Paragon (V2), dan Bonanza. (V3). Hasil menunjukkan jagung manis yang ditanam di bawah tegakan ubi kayu mengalami penurunan pertumbuhan vegetatif 144 hingga 400% dibandingkan jagung manis sistem monokultur, jagung manis yang ditanam di antar barisan tanaman ubi kayu memiliki pertumbuhan lebih baik daripada yang ditanam diantara dalam barisan ubi kayu, dan jagung manis varietas Bonanza mampu beradaptasi lebih baik jika ditumpangsarikan dengan ubi kayu.
Copyrights © 2026