Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Effectiveness of 'Kasgot' Organic Fertilizer on the Growth and Yield of Edamame Soybean on Organic Farming Saputra, Hidayat; Septiana, Septiana; Sari, Evi Yunita; Dulbari, Dulbari; Ahyuni, Destieka; Yuriansyah, Yuriansyah
JURNAL AGROTROPIKA Vol 23, No 2 (2024): Jurnal Agrotropika Vol 23 No 2, Oktober 2024
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ja.v23i2.9272

Abstract

The objectives of this study were to determine whether the application of kasgot organic fertilizer can increase the growth and yield of edamame, determine whether the effectiveness of kasgot organic fertilizer is better than non-kasgot organic fertilizer, and determine the best combination of kasgot organic fertilizer and non-kasgot organic fertilizer in increasing the growth and yield of soybeans. The treatments used: no organic fertilizer (control) (P0), non kasgot solid organic fertilizer (P1), non kasgot liquid organic fertilizer (P2), kasgot solid organic fertilizer (P3), kasgot liquid organic fertilizer (P4), non kasgot solid and liquid organic fertilizer (P5), kasgot solid and liquid organic fertilizer (P6), and non kasgot organic fertilizer and kasgot organic fertilizer (P7). The research findings indicate that the application of organic fertilizer enhances the growth and yield of soybeans compared to the control. Specifically, the combination of solid kasgot organic fertilizer (5 t ha-1) with liquid kasgot (50 ml L-1 water) produced the best plant growth and number of pods plant-1. It was also reported that the variables of number of branches, plant height, and plant wet weight significantly positively correlate with the number of pods plant-1.
Effectiveness of 'Kasgot' Organic Fertilizer on the Growth and Yield of Edamame Soybean on Organic Farming Saputra, Hidayat; Septiana, Septiana; Sari, Evi Yunita; Dulbari, Dulbari; Ahyuni, Destieka; Yuriansyah, Yuriansyah
JURNAL AGROTROPIKA Vol. 23 No. 2 (2024): Jurnal Agrotropika Vol 23 No 2, Oktober 2024
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ja.v23i2.9272

Abstract

The objectives of this study were to determine whether the application of kasgot organic fertilizer can increase the growth and yield of edamame, determine whether the effectiveness of kasgot organic fertilizer is better than non-kasgot organic fertilizer, and determine the best combination of kasgot organic fertilizer and non-kasgot organic fertilizer in increasing the growth and yield of soybeans. The treatments used: no organic fertilizer (control) (P0), non kasgot solid organic fertilizer (P1), non kasgot liquid organic fertilizer (P2), kasgot solid organic fertilizer (P3), kasgot liquid organic fertilizer (P4), non kasgot solid and liquid organic fertilizer (P5), kasgot solid and liquid organic fertilizer (P6), and non kasgot organic fertilizer and kasgot organic fertilizer (P7). The research findings indicate that the application of organic fertilizer enhances the growth and yield of soybeans compared to the control. Specifically, the combination of solid kasgot organic fertilizer (5 t ha-1) with liquid kasgot (50 ml L-1 water) produced the best plant growth and number of pods plant-1. It was also reported that the variables of number of branches, plant height, and plant wet weight significantly positively correlate with the number of pods plant-1.
PENGGUNAAN MULSA PADA SISTEM BUDIDAYA EDAMAME Dulbari, Dulbari; Ahyuni, Destieka; Budiarti, Lina; Saputra, Hidayat; Sari, Miranda Ferwita; Widyastuti, R.A Diana
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i1.7017

Abstract

Edamame potensial untuk dikembangkan sebagai komoditas unggulan karena permintaan pasarnya tinggi, berumur genjah, dan harga jualnya cukup menjanjikan. Namun demikian masih terdapat berbagai tantangan dalam aspek budidaya edamame. Produksi edamame di berbagai tempat dilaporkan masih tergolong rendah. Diperlukan teknik budidaya yang baik dan benar untuk menghasilkan produksi edamame yang tinggi. Edamame banyak dibudidayakan pada akhir musim penghujan atau menjelang musim kemarau.  Pengelolaan lingkungan menjadi faktor yang sangat penting untuk menjaga pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Salah satu teknik budidaya edamame yang dapat dilakukan adalah penggunaan mulsa.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan mulsa pada sistem budidaya edamame.  Penelitian dilakukan di Desa Banjarrejo Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur (ketinggian 60 m dpl, jenis tanah Podsolik Merah Kuning,  suhu rata-rata harian 26,86 ⁰C) Juni – Agustus 2020. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan.  Perlakuan terdiri dari : kontrol (M0),  mulsa jerami padi (M1), dan mulsa plastik hitam perak (M2). Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan mulsa Jerami dan mulsa plastic hitam perak tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah polong isi 2 dan 3, bobot edamame per batang, dan bobot ubinan.  Produksi rata-rata edamame 13.191 t ha-1.
Saga Farm-Tani Organik Merapi: Jalan Panjang Pertanian Berkelanjutan di Indonesia: Saga Farm-Tani Organik Merapi: The Long Road To Sustainable Agriculture In Indonesia Dulbari; Rahmadi, Rizky; Yuriansyah; Rochman, Fajar; Priyadi; Subarjo; Budiarti, Lina; Ahyuni, Destieka; Saputra, Hidayat
Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 21 No. 1 (2025): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v21i1.5860

Abstract

Pertanian berkelanjutan menjadi fokus penting dalam memenuhi kebutuhan pangan tanpa merusak lingkungan, terutama di Indonesia yang memiliki kontribusi sektor pertanian yang besar terhadap perekonomian pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau penerapan praktik pertanian berkelanjutan di SAGA Farm di Bogor dan Tani Organik Merapi Yogyakarta. Studi ini dilakukan pada bulan September-Oktober 2024 dengan menggunakan metode wawancara mendalam, observasi lapangan, analisis laboratorium, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan dalam pengelolaan kesuburan lahan dan kandungan unsur hara tanah. SAGA Farm memiliki keunggulan dalam produksi pupuk organik secara teratur, sedangkan TOM unggul dalam keragaman tanaman refugia dan rotasi tanaman yang lebih bervariasi. Keduanya menunjukkan tingkat hara tanah yang mendukung produktivitas tanaman, dengan kandungan fosfor yang tinggi di TOM (616,35 ppm) dan kalium yang tinggi di SAGA Farm (4099,10 mg/kg). Praktik pertanian berkelanjutan yang diterapkan oleh SAGA Farm dan TOM berkontribusi dalam meningkatkan kesuburan tanah, mengurangi ketergantungan pada bahan kimia dan mendukung keanekaragaman hayati. Dari perspektif sosial-ekonomi, kedua lokasi tersebut memberdayakan masyarakat lokal dan menurunkan biaya produksi petani. Meskipun pendekatannya berbeda, praktik pertanian di SAGA Farm dan TOM memberikan manfaat ekologi dan sosial ekonomi yang signifikan, menjadikan pertanian berkelanjutan sebagai solusi strategis dalam menjaga keseimbangan ekologi.
Pendugaan Keragaman Genetik Berdasarkan Komponen Hasil pada Beberapa Galur Padi (Oryza sativa L.) Sari, Miranda Ferwita; Kartahadimaja, Jaenudin; Budiarti, Lina; Ahyuni, Destieka
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 3 No 1 (2021): June
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v3i1.625

Abstract

Padi adalah salah satu komoditas pangan utama di Indonesia. Kebutuhan pangan beras akan meningkat setiap tahunnya selaras dengan peningkatan jumlah penduduk. Akan tetapi peningkatan kebutuhan beras tiap tahunnya tidak sesuai dengan kondisi lahan dan produksi padi yang ada saat ini. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan galur atau varietas padi yang memiliki produktivitas tinggi. Pengembangan galur-galur padi baru memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Penelitian dilaksanakan di Lahan Seed Teaching Farm PS. Teknologi Perbenihan, Politeknik Negeri Lampung, pada bulan Agustus —Desember 2020. Rancangan perlakuan disusun secara RAKL dengan 1 faktor (galur), 3 blok, dan 5 ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah 13 galur tanaman padi rakitan Politeknik Negeri Lampung, yaitu galur B1, B2, B3, B4, B7, D2, D3, F3, F4, H1, H4, K dan L2. Data hasil pengamatan diolah dengan software SAS dan terhadap analisis ragam yang nyata, dilanjutkan dengan menggunakan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT) dengan taraf 5%. Berdasarkan nilai KKG dan KKF, variabel pengamatan yang dapat digunakan untuk seleksi berdasarkan penelitian ini yaitu jumlah gabah bernas/malai, jumlah gabah hampa/malai, bobot malai dan produktivitas. Galur yang memiliki produktivitas yang tinggi yaitu galur D3. Kata kunci: galur padi, keragaman, produktivitas
Keanekaragaman Artropoda Predator di Agroekosistem Sawah pada Berbagai Galur Padi Politeknik Negeri Lampung Budiarti, Lina; Kartahadimadja, Jaenudin; Sari, Miranda Ferwita; Ahyuni, Destieka; Dulbari, Dulbari
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 3 No 1 (2021): June
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v3i1.663

Abstract

Artropoda predator dapat dioptimalkan perannya di ekosistem sawah untuk menekan populasi hama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai indeks keanekaragaman artropoda predator pada galur padi rakitan Politeknik Negeri Lampung. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Agustus-Desember 2020. Penelitian dilaksanakan di lahan Seed Teaching Farm Program Studi Teknologi Perbenihan, Politeknik Negeri Lampung dengan galur padi Pandan Wangi (PW), Ciherang (CH), B1, B2, B3, B4, B7, D2, D3, F3, F4, H1, H4, K, dan L2 dengan 2 varietas unggul pembanding yaitu Ciherang (CH) dan Gilirang (Gil). Pengamatan artropoda dilakukan menggunakan metode jaring dilakukan sebanyak 3 ayunan ganda. Pengambilan sampel serangga dilakukan pada pukul 06.00- 09.00 WIB. Identifikasi menggunakan makroskop binokuler di Laboratorium tanaman pangan II. Data hasil identifikasi serangga kemudian dihitung nilai indeks keanekaragaman spesies Shannon (H’), indeks dominasi spesies Berger-Parker (d) dan indeks kemerataan spesies dari Pielou (E). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa artropoda predator yang ditemukan adalah laba-laba predator seperti Oxyopes javanus, Tetragnatha javana, T. virescens, T. maxilosa, Pardosa pseudoannulata, Athypena sp., dan serangga predator seperti Microvelia douglasi, Agriocnemis pygmaea, A. femina, A. pieris, dan Verania lineata, Menochillus sexmachulatus, Hispella atra, dan Paederus fuscipes. Nilai indeks keanekaragaman pada setiap galur padi fluktuatif dan berkisar dari rendah ke sedang.
Dampak Tata Letak Tanam dalam Sistem Tumpangsari dengan Ubi Kayu pada pertumbuhan Tiga Varietas Jagung Manis Saputra, Hidayat; Mutaqin, Zainal; Dulbari, Dulbari; Ahyuni, Destieka
AGRO TATANEN | Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 1 (2026): AGRO TATANEN Edisi Januari 2026 | Jurnal Ilmiah Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Faperta UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/0r6fse65

Abstract

Petani ubi kayu akan mendapatkan penghasilan dari usaha taninya setelah panen 7-10 bulan kemudian. Dengan jarak tanam ubi kayu yang cukup lebar (1-2 m) terdapat potensi ruang tumbuh di bawah tegakan ubi kayu yang dapat ditumpangsarikan dengan tanaman semusim. Agar tanaman sela yang ditanami ubi kayu dapat tumbuh dan berproduksi secara optimal, maka perlu dilakukan penataan tata letak penanaman jagung manis. Selain itu, diperlukan juga informasi mengenai varietas jagung manis yang cocok dan adaptif untuk ditumpangsarikan dengan ubi kayu. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pola tanam jagung manis terbaik yang dapat menghasilkan pertumbuhan dan hasil jagung manis sistem tumpangsari, dan menentukan varietas jagung manis terbaik dalam pola tanam tumpangsari jagung manis dengan ubi kayu. Ada enam kombinasi perlakuan tanam dan varietas jagung manis. Perlakuan tersebut meliputi: dua tata letak atau posisi tanam jagung manis, yaitu di antara barisan singkong (J1) dan di dalam barisan singkong (J2), dan tiga varietas jagung manis komersial: Varietas Mira (V1), Paragon (V2), dan Bonanza. (V3). Hasil menunjukkan jagung manis yang ditanam di bawah tegakan ubi kayu mengalami penurunan pertumbuhan vegetatif 144 hingga 400% dibandingkan jagung manis sistem monokultur, jagung manis yang ditanam di antar barisan tanaman ubi kayu memiliki pertumbuhan lebih baik daripada yang ditanam diantara dalam barisan ubi kayu, dan jagung manis varietas Bonanza mampu beradaptasi lebih baik jika ditumpangsarikan dengan ubi kayu.