Begonia kelimutuensis merupakan tumbuhan endemik pada kawasan Taman Nasional Kelimutu, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Keberadaan tumbuhan ini mengalami ancaman akibat masuknya tumbuhan perintis Macaranga sp. pada habitatnya. Untuk itu dilakukan penelitian ini dengan tujuan mempelajari fenologi pembungaan Begonia kelimutuensis pada bunga jantan dan betina sebagai upaya konservasi. Penelitian dilakukan di Taman Nasional Kelimutu pada Zona Pemanfaatan (Arboretum) dengan metode observasi dan deskriptif serta pengukuran terhadap faktor abiotik (suhu udara, intensitas cahaya, suhu tanah dan pH tanah). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa fase perkembangan Begonia kelimutuensis jantan dan betina memiliki durasi hari yang berbeda-beda. Pada bunga jantan, fase kuncup kecil (11 hari), kuncup besar (16 hari), fase pra-antesis (27 hari) dan fase antesis (20 hari) serta fase post-anthesis (3 hari) . Pada bunga betina, fase kuncup kecil (12 hari) , kuncup besar (15 hari), fase pra-antesis (19 hari) dan fase antesis (21 hari) serta fase post-anthesis (17 hari). Periode pembungaan pada bunga betina lebih lama dibandingkan pada bunga jantan. Selain itu diketahui rata-rata suhu udara 19.9°C ± 2.6°C, intensitas cahaya 520.6 lux ± 39.6 lux, suhu tanah 14.4°C ± 1.14°C, dan pH tanah 7.4 ±1.01 yang berpengaruh terhadap pembungaan Begonia kelimutuensis.
Copyrights © 2025