Penelitian ini secara komprehensif mengkaji resiliensi kota dan strategi adaptasi terhadap kerumitan urban di Jakarta, ibu kota Indonesia. Fokus utama adalah menganalisis peran krusial kolaborasi multi-aktor melalui model Pentahelix (pemerintah, akademisi, bisnis, komunitas, dan media) serta persepsi masyarakat terhadap inisiatif resiliensi. Jakarta, sebagai megapolitan dengan pertumbuhan pesat, menghadapi tantangan urbanisasi yang kompleks, meliputi kepadatan penduduk ekstrem, proliferasi permukiman informal, degradasi lingkungan (banjir, polusi), defisiensi infrastruktur, dan disparitas sosial-ekonomi yang mencolok. Studi ini mengadopsi pendekatan metode campuran (mixed methods), mengintegrasikan data kualitatif dari wawancara mendalam dengan representasi Pentahelix (10-15 responden per pilar) dan data kuantitatif dari survei terhadap 400 responden umum di Jakarta. Temuan awal mengindikasikan bahwa lima variabel pembahasan utama memiliki peran signifikan dalam mendukung resiliensi, dengan proyeksi kesesuaian kuantitatif sebesar 70-85% dengan efektivitas inisiatif yang dihipotesiskan. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi empiris substantif dan wawasan teoretis yang relevan bagi pembuat kebijakan, praktisi, dan masyarakat urban dalam merumuskan strategi perencanaan kota dan pembangunan yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan di Jakarta, serta kota-kota megapolitan serupa di negara berkembang.
Copyrights © 2025