Tanah lunak memiliki daya dukung rendah dan tingkat kompresibilitas tinggi sehingga tidak mampu menahan beban bangunan tanpa mengalami penurunan yang berlebihan. Kondisi tersebut banyak dijumpai di wilayah pesisir, termasuk di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Untuk meningkatkan kekuatan tanah, diperlukan metode perbaikan yang efektif seperti Deep Soil Mixing (DSM), yaitu pencampuran tanah dengan bahan pengikat semen untuk membentuk kolom stabilisasi di dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi tanah asli sebelum perbaikan serta menganalisis pengaruh variasi jumlah dan jarak kolom DSM terhadap nilai daya dukung tanah (qu) dan Bearing Capacity Improvement (BCI). Pengujian laboratorium dengan menggunakan tanah lempung yang berasal dari Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Tanah dicampur dengan semen sebesar 12% dari berat kering tanah dan dibentuk menjadi kolom DSM dengan diameter 3,5 cm dan kedalaman 10 cm. Variasi penelitian meliputi jumlah kolom DSM sebanyak 1, 2, dan 4 kolom serta jarak antar kolom sebesar 1D, 1,25D, dan 1,5D. Setelah proses pencampuran, benda uji dilakukan curing selama 7 hari. Pengujian daya dukung tanah dilakukan menggunakan uji pembebanan dengan pelat baja berukuran 6×6 cm dan 10×10 cm untuk memperoleh nilai daya dukung ultimit (qu) serta nilai peningkatan daya dukung yang dinyatakan dalam Bearing Capacity Improvement (BCI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode DSM efektif dalam meningkatkan daya dukung tanah lunak. Pada pengujian menggunakan pelat 6×6 cm, nilai daya dukung tertinggi (qu) sebesar 0,424 kg/cm² dengan BCI 2,14 diperoleh pada konfigurasi 4 kolom berjarak 1D. Sedangkan pada pengujian menggunakan pelat 10×10 cm, nilai daya dukung tertinggi (qu) sebesar 0,593 kg/cm² dengan BCI 2,997 diperoleh pada konfigurasi 4 kolom berjarak 1D. Nilai tersebut menunjukkan bahwa semakin rapat jarak antar kolom dan semakin banyak jumlah kolom yang digunakan, maka peningkatan daya dukung tanah semakin besar. Sebaliknya, pada jarak kolom yang lebih besar (1,5D) nilai daya dukung cenderung menurun akibat berkurangnya interaksi antar kolom DSM. Dengan demikian, variasi jumlah dan jarak kolom DSM memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan daya dukung tanah lempung. Konfigurasi empat kolom dengan jarak 1D merupakan kondisi paling optimal untuk meningkatkan kapasitas dukung tanah lunak di daerah penelitian. Kata kunci: tanah lunak, daya dukung, stabilisasi tanah, deep soil mixing, bearing capacity improvement (BCI).
Copyrights © 2025