Pembacaan Kitab Al-Barzanji merupakan salah satu tradisi keagamaan yang syarat nilai-nilai spiritual dan budaya dalam masyarakat Muslim, khususnya di pulau bengkalis. Pembacaan Kitab Al-Barzanji adalah kegiatan melantunkan teks berisi pujian (shalawat), kisah kelahiran, nasab, dan akhlak Nabi Muhammad ﷺ yang disusun oleh Syekh Ja‘far bin Hasan Al-Barzanji. Dalam acara potong jambul (puputan), pembacaan Al-Barzanji dilakukan sebagai bagian dari rangkaian doa dan syukuran atas kelahiran seorang anak, sekaligus sebagai sarana dakwah dan pendidikan keagamaan. Tradisi potong jambul atau puputan merupakan budaya lokal yang menandai fase awal kehidupan bayi, biasanya setelah tali pusar lepas. Ketika Islam berkembang di Nusantara, para ulama dan wali menyebarkan ajaran Islam dengan pendekatan kultural, yaitu mengislamkan tradisi tanpa menghilangkan nilai adat yang baik. Salah satu bentuknya adalah memasukkan pembacaan Al-Barzanji ke dalam acara potong jambul. Pembacaan Kitab Al-Barzanji dalam acara potong jambul (puputan) mengandung berbagai nilai dakwah yang penting dan relevan bagi kehidupan umat Islam. Pembacaan Kitab Al-Barzanji memiliki relevansi yang kuat dengan tradisi potong jambul (puputan) karena keduanya sama-sama mengandung makna spiritual, sosial, dan edukatif. Pembacaan Kitab Al-Barzanji dalam acara potong jambul (Walimah Tasmiyah) mengandung beberapa bentuk dakwah yang disampaikan secara halus dan efektif.
Copyrights © 2025