This Author published in this journals
All Journal Matlamat Minda
Prayugo
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tradisi Buang Tetemas persepektif Dakwah Di Desa Dakal Kecamatan Tasik Putri Puyu Kabupaten Kepulauan Merant Prayugo; Parizal
Jurnal Matlamat Minda : Manajemen Dakwah Vol 4 No 1 (2024): Vol. 4 No. 1 Juli 2024
Publisher : STAIN Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56633/jdki.v4i1.851

Abstract

Tradisi adalah suatu yang sudah lazim dan terbiasa kita lakukan,sesuatu yang di anggap sudah pantas, atau dalam istilah ilmu ushul fiqih di sebut dengan al-‘urf. Al-’urf adalah kebiasaan baik yang berlaku luas dalam masyarakat berupa perkataan ataupun perbuatan. ‘urf secara perinsip sama dengan adat, penyebutan keduanya secara bersamaan adalah ta’kit ( penguatan ). Dalam istilah hukum Indonesia ‘urf dapat di hentikan dengan kearifan lokal Traldisi pengobaltaln Betemals di Desal Dalkall Kecalmaltaln Talsik Putri Puyu Kalbupalten Kepulalualn Meralnti. Di butuhkaln riset lebih lalnjut untuk dengaln tepalt menentukaln sejaluh malnal traldisi pengobaltaln tetmals ini memberi pengalruh paldal pralktek keberalgalmaln umalt, Alqidalh, sertal Imaln, daln jugal sejaluh malnal keefektifaln pengobaltaln Betemals dengaln menggunalkaln alyalt All-Qur’aln jikal di balndingkaln dengaln pengobaltaln Betemals dengaln tidalk menggunalkaln alyalt-alyalt All-Qur’aln. Selalin melihalt dalri oralng yalng telalh melalkukaln pengobaltaln Betemals ini aldallalh seseoralng yalng bialsal disebut dengaln bomoh/dukun. Oleh kalrenal itu dipersilalhkaln paldal palral pihalk yalng berkepentingaln untuk mengembalngkaln riset ini kealralh yalng lebih luals daln lebih mendallalm algalr khalzalnalh daln pemehalmaln mengenali Traldisi Pengobaltaln Tetemals Dallalm perspektif Dalkwalh Di Desal Dalkall Kecalmaltaln Talsik Puyu Kalbupalten Kepulalualn Meralnti ini menjaldi lebih lebih penting kalrnal malnfalaltnyal yalng begitu bergunal sertal lebih bermalnfalalt balgi malsyalralkalt.
DAKWAH DALAM TRADISI POTONG JAMBUL (WALIMAH TASMIYAH) DESA BANTAN AIR KECAMATAN BANTAN KABUPATEN BENGKLAIS Rizal, Amrizal; Prayugo; Imam Hakim
Jurnal Matlamat Minda : Manajemen Dakwah Vol 5 No 1 (2025): Vol. 5 No. 1 Juli 2025
Publisher : IAIN Datuk Laksemana Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembacaan Kitab Al-Barzanji merupakan salah satu tradisi keagamaan yang syarat nilai-nilai spiritual dan budaya dalam masyarakat Muslim, khususnya di pulau bengkalis. Pembacaan Kitab Al-Barzanji adalah kegiatan melantunkan teks berisi pujian (shalawat), kisah kelahiran, nasab, dan akhlak Nabi Muhammad ﷺ yang disusun oleh Syekh Ja‘far bin Hasan Al-Barzanji. Dalam acara potong jambul (puputan), pembacaan Al-Barzanji dilakukan sebagai bagian dari rangkaian doa dan syukuran atas kelahiran seorang anak, sekaligus sebagai sarana dakwah dan pendidikan keagamaan. Tradisi potong jambul atau puputan merupakan budaya lokal yang menandai fase awal kehidupan bayi, biasanya setelah tali pusar lepas. Ketika Islam berkembang di Nusantara, para ulama dan wali menyebarkan ajaran Islam dengan pendekatan kultural, yaitu mengislamkan tradisi tanpa menghilangkan nilai adat yang baik. Salah satu bentuknya adalah memasukkan pembacaan Al-Barzanji ke dalam acara potong jambul. Pembacaan Kitab Al-Barzanji dalam acara potong jambul (puputan) mengandung berbagai nilai dakwah yang penting dan relevan bagi kehidupan umat Islam. Pembacaan Kitab Al-Barzanji memiliki relevansi yang kuat dengan tradisi potong jambul (puputan) karena keduanya sama-sama mengandung makna spiritual, sosial, dan edukatif. Pembacaan Kitab Al-Barzanji dalam acara potong jambul (Walimah Tasmiyah) mengandung beberapa bentuk dakwah yang disampaikan secara halus dan efektif.
NILAI-NILAI DAKWAH ETHNO PARENTING MASYARAKAT MELAYU KEARIFAN LOKAL DALAM POLA ASUH, DI PULAU BENGKALIS Jarir, Jarir Jarir; Prayugo; Pajrianti, Desi
Jurnal Matlamat Minda : Manajemen Dakwah Vol 5 No 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Desember 2025
Publisher : IAIN Datuk Laksemana Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis nilai-nilai dakwah yang terkandung dalam praktik ethnoparenting (pola asuh berbasis etnis) pada masyarakat Melayu. Ethnoparenting bukan sekadar tradisi turun-temurun, melainkan merupakan instrumen dakwah yang efektif dalam menanamkan fondasi karakter religius sejak dini. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografis. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh adat dan orang tua, serta studi dokumentasi terhadap tradisi lisan seperti syair, pantun, dan petuah "Tunjuk Ajar Melayu". Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai dakwah ditanamkan secara halus (soft approach) melalui tiga dimensi utama. Pertama. Dimensi Akidah, melalui pengenalan kalimat tauhid dan puji-pujian kepada Allah dalam syair pengantar tidur. Kedua. Dimensi Syariah, melalui pembiasaan ibadah dan pengenalan "pantang larang" yang bersumber dari hukum Islam; dan Ketiga.  Dimensi Akhlak, melalui penekanan pada adab sopan santun dan penghormatan kepada orang tua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ethnoparenting di masyarakat Melayu merupakan wujud akulturasi yang tuntas antara agama dan budaya, di mana setiap tahapan pengasuhan anak difungsikan sebagai media transmisi nilai-nilai Islam untuk membentuk generasi yang berakal budi dan berakhlakul karimah.