Penelitian ini membahas inkarnasi misi Allah (Missio Dei) dalam konteks ruang digital sebagai bentuk keterlibatan gereja di tengah pluralitas sosial-budaya dan tantangan etika komunikasi modern. Tujuan penelitian ini adalah menelaah bagaimana digitalisasi dapat menjadi arena misi inkarnasional yang menghadirkan kasih, keadilan, dan perdamaian Allah secara relevan dalam masyarakat majemuk. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode etnografi digital, penelitian ini mengamati praktik dan interaksi iman di ruang virtual seperti media sosial, ibadah daring, dan komunitas digital gerejawi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi bukan sekadar sarana komunikasi, melainkan medium teologis yang memperluas ruang kesaksian iman dan memperkuat solidaritas lintas budaya dan agama. Gereja dipanggil untuk berpartisipasi aktif dalam Missio Dei di dunia digital dengan memperhatikan prinsip-prinsip etika digital: responsibility, authenticity, dan relationality sebagai wujud spiritualitas kasih dan penghormatan terhadap martabat manusia. Ruang digital terbukti menjadi arena teologis baru di mana iman ditafsirkan ulang secara dialogis, partisipatif, dan kontekstual. Dengan demikian, inkarnasi misi Allah di era digital menegaskan panggilan gereja untuk menghadirkan wajah Kristus yang penuh kasih, adil, dan inklusif di tengah perubahan global yang terus berkembang.
Copyrights © 2025