Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai tambah berkelanjutan dari budidaya sarang burung walet di Kota Buntok, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, melalui pendekatan Triple Bottom Line. Budidaya sarang burung walet di wilayah ini berkembang pesat dan menjadi salah satu sumber pendapatan utama masyarakat, namun juga menimbulkan berbagai dampak sosial dan lingkungan yang belum banyak dikaji secara mendalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukan bahwa budidaya sarang burung walet memberikan nilai tambah signifikan secara ekonomi melalui peningkatan pendapatan masyarakat lokal dan kontribusi terhadap perekonomian daerah. Secara sosial, praktik ini turut menciptakan peluang usaha, namun berpotensi menimbulkan konflik dengan warga sekitar akibat gangguan kebisingan dan limbah. Dari sisi lingkungan, budidaya ini cenderung belum mengadopsi prinsip ramah lingkungan secara optimal. Penelitian ini menekankan pentingnya penguatan tata kelola berbasis kearifan lokal dan regulasi daerah dalam mendukung keberlanjutan usaha walet, sejalan dengan tujuan Pembangunan berkelanjutan (SDGs
Copyrights © 2026