Bawang putih adalah salah satu komoditas strategis dalam perekonomian Indonesia, namun ketergantungan yang tinggi terhadap impor bawang putih menimbulkan risiko besar terhadap ketahanan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) memprediksi volume impor bawang putih Indonesia, (2) menganalisis posisi perdagangan bawang putih, dan (3) mengevaluasi ketergantungan Indonesia terhadap impor. Data konsumsi, produksi, dan impor periode 2019–2023 dianalisis menggunakan metode peramalan moving average, indeks spesialisasi perdagangan (ISP), dan rasio ketergantungan impor (IDR). Hasil menunjukkan bahwa impor bawang putih diprediksi meningkat hingga mencapai 657,02 ribu ton pada 2028, dengan akurasi peramalan sebesar 95%. Nilai ISP negatif menunjukkan Indonesia sebagai negara importir dominan bawang putih tanpa daya saing internasional. Selain itu, nilai rata-rata IDR sebesar 90,71% mencerminkan ketergantungan signifikan terhadap impor bawang putih. Temuan ini menegaskan perlunya kebijakan strategis seperti peningkatan produktivitas lokal melalui insentif bagi petani, akses teknologi, dan penguatan pengawasan terhadap kewajiban tanam importir.
Copyrights © 2025