Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu kemampuan yang penting dimiliki oleh siswa. Namun, kemampuan pemecahan masalah matematis siswa di sekolah masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Discovery Learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas IX SMP Negeri 11 Mataram pada tahun ajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan desain posttest-only control design. Populasi penelitian terdiri dari seluruh siswa kelas IX yang berjumlah 85 siswa yang tersebar dalam tiga kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling dan diperoleh dua kelas sebagai sampel yaitu kelas IX A sebagai kelas eksperimen yang menggunakan model discovery Learning, dan kelas IX B sebagai kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran langsung. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan pemecahan masalah matematis. Hasil analisis menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan homogen. Analisis data dilakukan menggunakan uji parametrik (uji t) dan perhitungan effect size. Berdasarkan hasil analisis, kelas eksperimen memperoleh nilai rata-rata sebesar 75, lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol yang memperoleh nilai rata-rata sebesar 64. Hasil uji t menunjukkan terdapat perbedaan nilai rata - rata kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol. Nilai effect size yang diperoleh sebesar d = 0,71, yang termasuk dalam kategori sedang. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model Discovery Learning berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas IX SMP Negeri 11 Mataram pada tahun ajaran 2025/2026. Kata Kunci: discovery learning; kemampuan pemecahan masalah matematis, eksperimen
Copyrights © 2025