Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kombinasi produksi makanan yang paling optimal pada Rumah Makan Jawa Lumintu agar keuntungan harian dapat dimaksimalkan. Permasalahan diselesaikan menggunakan metode Simpleks dalam model program linear dengan mempertimbangkan keterbatasan bahan baku seperti ayam, lalapan, bumbu nasi goreng, mie, serta berbagai jenis bakso. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi langsung terhadap pemilik usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi produksi optimal terdiri atas 15 porsi nasi goreng, 105 porsi ayam lalapan, 85 porsi bakso biasa, 30 porsi bakso tenes, dan 30 porsi bakso urat. Kombinasi tersebut menghasilkan keuntungan maksimum sebesar Rp 5.310.000 per hari. Analisis kendala menunjukkan bahwa beberapa bahan baku menjadi pembatas utama dalam proses produksi, terutama bumbu nasi goreng, ayam, bakso tenes, dan bakso urat yang habis digunakan pada solusi optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode Simpleks efektif digunakan untuk perencanaan produksi makanan dan dapat menjadi dasar bagi pengambilan keputusan operasional yang lebih efisien.
Copyrights © 2025