Beton merupakan material konstruksi yang banyak digunakan karena memiliki kekuatan dan durabilitas tinggi. Salah satu faktor penting untuk mencapai mutu beton sesuai perencanaan adalah penerapan metode perawatan (curing) yang tepat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh berbagai metode curing terhadap nilai kuat tekan beton pada umur 28 hari. Empat metode perawatan diterapkan, yaitu: (1) perendaman di laboratorium, (2) penyiraman berkala di lapangan, (3) pembungkusan dengan plastik, dan (4) tanpa perawatan khusus. Pengujian kuat tekan dilakukan terhadap tiga sampel pada setiap metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode perendaman di laboratorium menghasilkan kuat tekan rata-rata tertinggi, yaitu 28,67 MPa. Metode pembungkusan dengan plastik menghasilkan kuat tekan 27,07 MPa (selisih 6%), penyiraman berkala sebesar 24,90 MPa (selisih 15%), sedangkan beton tanpa perawatan hanya mencapai 22,35 MPa atau 28% lebih rendah dari kondisi ideal. Temuan ini menegaskan bahwa proses curing memiliki pengaruh signifikan terhadap mutu beton. Pembungkusan dengan plastik merupakan metode paling efektif diterapkan di lapangan karena menghasilkan kualitas beton yang mendekati hasil metode perendaman di laboratorium. Kata kunci : beton, kuat tekan beton, curing, metode perawatan beton, mutu beton
Copyrights © 2025