Penanganan donor darah yang dicekal akibat hasil uji saring Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah (IMLTD) reaktif merupakan langkah penting dalam menjaga kualitas dan keamanan darah yang akan ditransfusikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penaganan donor darah cekal berdasarkan hasil reaktif IMLTD di UDD PMI Prov. DKI Jakarta pada tahun 2024. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan data sekunder dari Sistem Informasi Transfusi Darah (SITD). Penelitian ini menunjukan hasil dari total 373.324 donasi darah, sebanyak 4.964 sampel menunjukan hasil reaktif, dengan hasil reaktif HbsAg (0,24%),HCV (0,21%), HIV (0,09%), Sifilis (0,032%) menggunakan metode ChLIA, serta NAT (0,48%). Dari 3.875 pendonor yang menerima notifikasi, 1.982 (51%) hadir untuk konseling. Metode pemberitahuan paling tinggi adalah melalui pengantar dokter (80%) dibandingkan dengan telepon (32%) dan surat (16%). Penelitian ini menunjukan perlunya pendekatan langsung dan personal dalam meningkatkan kesadaran pendonor reaktif untuk melakukan konseling dan pemeriksaan lanjutan
Copyrights © 2025