cover
Contact Name
Ayu Suraduhita
Contact Email
ayusuraduhita@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalabkpmi2025@gmail.com
Editorial Address
Jl. Joe No. 7 Lenteng Agung Jakarta Selatan 12610
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Teknologi Bank Darah
ISSN : -     EISSN : 26210568     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Teknologi Bank Darah merupakan media publikasi ilmiah yang dikelola dan diterbitkan oleh UPPM Akademi Bakti Kemanusiaan Palang Merah Indonesia (ABK PMI) yang memiliki fokus pada penelitian, kajian, dan inovasi terkait teknologi, manajemen, serta praktik terbaik dalam bidang transfusi darah dan pelayanan bank darah. Jurnal ini ditujukan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan melalui pemanfaatan teknologi dan riset terkini dari para akademisi maupun praktisi. Cakupan topik : Teknologi bank darah. Sistem informasi manajemen dalam bidang pelayanan darah. Inovasi perangkat medis untuk penyimpanan, pengolahan, dan distribusi darah. Manajemen mutu dan keamanan darah. Teknologi laboratorium medis. Kebijakan, regulasi, dan standar pelayanan darah. Pendidikan, pelatihan, dan pengembangan SDM di bidang transfusi darah. Kesehatan Masyarakat dalam bidang pelayanan darah. Psikologi dalam bidang pelayanan darah.
Articles 20 Documents
ANALISA HEMOGLOBIN PADA KOMPONEN DARAH PACKED RED CELL (PRC) DI UDD PMI KOTA TANGERANG BULAN JANUARI–JUNI TAHUN 2021 David Hasudungan Sidabutar; TB Bachtiar Rifai
Jurnal Teknologi Bank Darah JTBD Vol.2 No.2 (Desember 2023)
Publisher : Akademi Bakti Kemanusiaan Palang Merah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65228/jtbd.v2i2.1

Abstract

Latar belakang darah merupakan komponen penting dalam sistem sirkulasi untuk penunjang kehidupan. Darah yaitu jaringan cair yang terdiri atas dua bagian plasma darah dan sel darah. Selama waktu penyimpanan PRC terjadi serangkaian perubahan biokimiawi yang dapat mempengaruhi viabilitas dan fungsinya. Darah yang disimpan dalam kantong darah kondisinya sangat berbeda dengan kondisi dalam tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kadar hemoglobin pada PRC dengan masa simpan 7 hari dan 14 hari di UDD PMI Kota Tangerang. Metode penelitian menggunakan analisa diskriptif dari data sekunder UTD PMI Kota Tangerang tahun 2021. Hasil penelitian kadar hemoglobin pada PRC dengan masa simpan 7 hari sebesar 49,47 g/Unit dan pada masa simpan 14 hari sebesar 47,75 g/Unit. Pada penelitian ini terjadi penurunan sebesar 3,47%, tidak didapatkan perbedaan yang signifikan. Hasil yang didapatkan telah sesuai dengan setandar yang telah ditetapkan oleh PMK No. 91 tahun 2015 yaitu 35g/Unit.
ANALISA KEJADIAN KASUS AIHA PADA PENYANDANG THALASEMIA DI UDD PMI KABUPATEN BEKASI Rawina; Dewi Kusuma Astuti
Jurnal Teknologi Bank Darah JTBD Vol.2 No.2 (Desember 2023)
Publisher : Akademi Bakti Kemanusiaan Palang Merah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65228/jtbd.v2i2.2

Abstract

Autoimmune Hemolytic Anemia (AIHA) merupakan kondisi langka yang ditandai dengan penghancuran eritrositoleh sistem imun tubuh sendiri. Pada pasien talasemia, komplikasi ini memperumit proses transfusi karena adanyaantibodi autoimun yang menyebabkan aglutinasi dan inkompatibilitas darah donor. Penelitian ini bertujuan untukmenggambarkan proses penanganan pemeriksaan serologis pada kasus AIHA tipe warm pada pasien penyandangtalasemia di UTD PMI Kabupaten Bekasi. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif berbasis laporan kasusdari kegiatan Praktik Kerja Lapangan mahasiswa Akademi Bakti Kemanusiaan PMI Jakarta. Pemeriksaan yangdilakukan meliputi golongan darah, Direct Coombs Test (DCT), skrining antibodi, identifikasi antibodi, crossmatch,dan teknik pre-warm. Hasil menunjukkan adanya autoaglutinasi yang mengganggu pembacaan pemeriksaan, DCTpositif, serta antibodi non-spesifik yang bereaksi terhadap sebagian besar panel sel donor. Teknik pre-warmterbukti membantu mengurangi interferensi aglutinasi, meskipun tidak sepenuhnya menghilangkan reaktivitas.Pemilihan unit darah dengan hasil crossmatch paling lemah dilakukan secara hati-hati atas dasar pertimbanganklinis. Penanganan kasus seperti ini membutuhkan pendekatan serologis yang komprehensif serta koordinasiintensif antara laboratorium dan klinisi untuk menjamin keamanan transfusi.
GAMBARAN KASUS HASIL UJI SILANG SERASI DI UNIT TRANSFUSI DARAH RUMAH SAKIT UMUM PUSAT FATMAWATI Kurtilinarsih; Nur Arsy
Jurnal Teknologi Bank Darah JTBD Vol.2 No.2 (Desember 2023)
Publisher : Akademi Bakti Kemanusiaan Palang Merah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65228/jtbd.v2i2.3

Abstract

Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati merupakan salah satu rumah sakit di Jakarta yang memiliki Unit TransfusiDarah (UTD) yang melayani langsung permintaan darah pasien di rumah sakit. Hasil pemeriksaan crossmatchpada tiga kasus menunjukkan adanya variasi inkompatibilitas darah antara donor dan pasien. Pada kasus 1, hanyadonor nomor 4 dan 7 yang menunjukkan kompatibilitas pada uji mayor, namun keduanya memiliki inkompatibilitasminor, sehingga penggunaannya memerlukan pertimbangan klinis lanjutan atau penggunaan komponen darahterpisah seperti packed red cells. Pada kasus 2, kedua donor menunjukkan inkompatibilitas minor, yangmenandakan adanya antibodi dalam serum donor yang berisiko menyerang sel darah merah pasien, sehingga tidaklayak untuk transfusi. Pada kasus 3, ditemukan inkompatibilitas baik pada uji mayor maupun minor, sehinggadiperlukan pemeriksaan lanjutan seperti skrining antibodi dan Direct Coombs Test guna mengidentifikasi antibodiirreguler serta menentukan donor yang sesuai. Temuan ini menegaskan pentingnya pemeriksaan crossmatchmenyeluruh untuk menjamin keamanan dan keberhasilan transfusi darah.
GAMBARAN KASUS PENOLAKAN CALON DONOR YANG TIDAK MEMENUHI SYARAT DONOR DARAH DI UDD PMI KABUPATEN BEKASI Rawina; Dewi Kusuma Astuti
Jurnal Teknologi Bank Darah JTBD Vol.2 No.2 (Desember 2023)
Publisher : Akademi Bakti Kemanusiaan Palang Merah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65228/jtbd.v2i2.4

Abstract

Pelayanan transfusi darah merupakan bagian dari upaya pelayanan kesehatan yang menggunakan darah manusiadengan tujuan kemanusiaan dan tidak diperjualbelikan. Salah satu instansi penyelenggara pelayanan darah diIndonesia adalah Unit Transfusi Darah (UDD) dan Bank Darah Rumah Sakit (BDRS). Salah satu tahap pentingdalam pelayanan darah adalah seleksi donor, yang bertujuan untuk memastikan kesehatan dan kelayakan pendonordemi menjamin kualitas darah yang akan ditransfusikan. Namun, masih banyak calon pendonor yang tidak lolosseleksi karena tidak memenuhi syarat seperti kadar hemoglobin rendah atau tinggi, tekanan darah abnormal, beratbadan kurang, dan kondisi medis tertentu. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase sertapenyebab penolakan calon pendonor darah di UDD PMI Kabupaten Bekasi pada periode Januari hingga Mei 2024,serta bagaimana tindak lanjut yang dilakukan terhadap calon pendonor yang ditolak. Metode yang digunakan adalahdeskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil dari laporan ini diharapkan dapat memberikan manfaat teoritis dalammenambah wawasan tentang seleksi donor darah, manfaat praktis sebagai referensi penelitian selanjutnya, danmanfaat institusional bagi UDD sebagai dasar evaluasi untuk meningkatkan pelayanan dan memenuhi kebutuhandarah secara nasional.
GAMBARAN PROSES DONOR DARAH DI UDD PMI KABUPATEN BEKASI Rawina; Dewi Kusuma Astuti
Jurnal Teknologi Bank Darah JTBD Vol.2 No.2 (Desember 2023)
Publisher : Akademi Bakti Kemanusiaan Palang Merah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65228/jtbd.v2i2.5

Abstract

Pelayanan transfusi darah merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan yang bertujuan kemanusiaan dantidak bersifat komersial. Salah satu tahapan penting dalam proses pelayanan darah adalah seleksi donor, Tujuanuntuk memastikan calon pendonor berada dalam kondisi sehat dan aman untuk mendonorkan darahnya. Namun,masih banyak calon pendonor yang tidak memenuhi syarat, sehingga ditolak pada tahap seleksi.Tujuan untukmengetahui gambaran proses donor darah di UDD PMI Kabupaten Bekasi. Metode penelitian deskriptif analitikdengan pendekatan retrospektif, menggunakan data sekunder di UDD PMI Kabupaten Bekasi. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa proses donor darah dimulai seleksi donor, pengambilan darah, uji saring imltd, pengolahankomponen darah, konfirmasi golongan darah, penyimpanan darah, pelayanan permintaan darah/patient service,dan distribusi, serta rujukan/referral.
GAMBARAN HIPERTENSI PADA PENDONOR RUTIN DI UNIT DONOR DARAH PMI PROVINSI DKI JAKARTA TAHUN 2023 Tetra Anestasia Putri; Ajeng Candan Wirandita
Jurnal Teknologi Bank Darah JTBD Vol.3 No.1 (Juni 2024)
Publisher : Akademi Bakti Kemanusiaan Palang Merah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65228/jtbd.v3i1.7

Abstract

Kegagalan karena tekanan darah merupakan faktor penyebab yang sering terjadi, baik karena terlalu rendah ataupun terlalu tinggi yang melampaui batas ambang persyaratan untuk menjadi calon pendonor darah. Hipertensi terjadi ketika darah yang dipompa jumlahnya banyak, namun pembuluh darah arteri yang akan dilalui oleh darah kecil. Hipertensi ditandai dengan tekanan darah diastolik ≥90 mmHg, atau tekanan darah sistolik ≥140 mmHg. Pada pendonor darah di UDD PMI DKI Jakarta melakukan pemeriksaan terhadap tekanan darah sebelum mendonorkan darahnya. Kegagalan donasi darah akibat hipertensi, dapat mengurangi pasokan darah di UDD yang berdampak pada berkurangnya akses layanan darah bagi pasien di rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran hipertensi pada donor rutin di UDD PMI Provinsi DKI Jakarta. Metode: Menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi yang digunakan adalah seluruh pendonor tahun 2022. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 100 pendonor. Alat pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder . Teknik olah data, diolah dengan editing, data entry. Analisa univariat disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan analisa bivariat di menggunakan uji korelasi Spearman rank. dengan bantuan program SPSS Versi 26. Hasil: Jenis kelamin pendonor rutin lebih banyak laki-laki dibandingkan perempuan. Usia pendonor rutin paling banyak di usia >50 tahun. Jumlah donasi pendonor rutin sebagian besar 10-24 kali. Pendonor rutin lebih banyak dalam kategori hipertensi stage I. Simpulan: Diharapkan UDD PMI DKI Jakarta dapat membuat kegiatan penyuluhan terkait hipertensi sehingga pendonor rutin dapat memahami dan mencegah didalam kehidupan sehari-hari.
GAMBARAN KARAKTERISTIK CALON PENDONOR BERDASARKAN KADAR HEMOGLOBIN DI UDD PMI DKI JAKARTA TAHUN 2023 Diana Novita; Yosepin Tarigan
Jurnal Teknologi Bank Darah JTBD Vol.3 No.1 (Juni 2024)
Publisher : Akademi Bakti Kemanusiaan Palang Merah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65228/jtbd.v3i1.8

Abstract

Donor darah adalah salah satu cara yang sangat penting untuk digunakan menolong individu yang mengalami berbagai kondisi medis tertentu. Permintaan pasokan darah yang tinggi juga menuntut kualitas yang tinggi dan minim resiko baik untuk penerima darah maupun bagi donor sehingga sangat diperlukan proses seleksi donor. Kadar Hemoglobin menjadi salah satu aspek untuk menentukan apakah pendonor diperbolehkan untuk mendonorkan darahnya atau tidak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik calon pendonor berdasarkan kadar Hb pendonor di UDD PMI DKI Jakarta sebanyak 98 responden. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran karakteristik calon pendonor berdasarkan kadar hemoglobin di UDD PMI DKI Jakarta. Metode Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif dengan menggunakan data primer dari pemeriksaan kadar hemoglobin pada 98 calon pendonor. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik random sampling. Hasil Penelitian Calon pendonor didapatkan dengan kadar Hb normal yaitu yang lebih dominan di usia 25-44 sebesar 25.5%, dan didapatkan jenis kelamin laki-laki dengan kadar Hb normal sebesar 52%. Kesimpulan Sebagian besar pendonor pada usia 24-44 didapatkan kadar Hb normal sebanyak 25.5%. Didapatkan jenis kelamin laki-laki dengan kadar Hb normal sebesar 52%.
GAMBARAN PENGETAHUAN MINAT DAN SIKAP TERHADAP PENTINGNYA DONOR DARAH PADA MASYARAKAT RT/RW.002/010 TARUMAJAYA KABUPATEN BEKASI TAHUN 2023 Pierlita Rini; Rifqi Widiya Rahmawati
Jurnal Teknologi Bank Darah JTBD Vol.3 No.1 (Juni 2024)
Publisher : Akademi Bakti Kemanusiaan Palang Merah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65228/jtbd.v3i1.9

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO) bahwa kebutuhan darah minimal 2% dari jumlah penduduk di indonesia, yang mencapai 275 juta jiwa per tahun 2022, idealnya ada sekitar 5,5 juta kantong darah per tahun yang tersedia baik di UTD PMI maupun UTDRS. Sayangnya, saat ini hanya tersedia rata-rata 4 juta kantong darah per tahun. Dengan 90% berasal dari donor darah sukarela dan sisanya dari donor pengganti. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran pengetahuan tetang minat dan sikap terhadap pentingnya donor darah pada masyarakat RT/RW.002/010 Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Kp. Karang tengah RT/RW.002/010 Desa Pusaka Rakyat, KecamatanTarumajaya, Kabupaten Bekasi dengan Besar sampel sebanyak 40 responden yang diperoleh dari teknik Slovin yang dilaksanakan pada bulan September Tahun 2023. Hasil : Tingkat pengetahuan responden Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan pada kategori Baik Sebanyak 26 responden (65%), minat responden berada pada kategori kurang sebanyak 13 responden (32,5%), dan sikap responden berada pada kategori positif sebanyak (80%). Kesimpulan: Berdasarkan hasil dari penelitian bahwa pengetahuan tentang minat dan sikap terhadap pentingnya donor darah tidak seimbang karena pengetahuan tentang donor darah baik tetapi minat responden untuk donor darah kurang dengan alasan takut dengan jarum donor dan belum pernah melakukan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kurangnya minat donor darah karena kurangnya sosialisasi di masyarakat 002/010 Kabupaten Bekasi.
GAMBARAN PENGETAHUAN MASYARAKAT ASRAMA GEGANA KELAPA DUA DEPOK RT/RW 001/006 TERHADAP BIAYA PENGGANTI PENGOLAHAN DARAH TAHUN 2023 Diana Novita; Putri Lestari Dewi
Jurnal Teknologi Bank Darah JTBD Vol.3 No.1 (Juni 2024)
Publisher : Akademi Bakti Kemanusiaan Palang Merah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65228/jtbd.v3i1.10

Abstract

Transfusi darah adalah bagian dari pelayanan kesehatan yang semakin lama semakin sering dilakukan dan merupakan bagian dari pengobatan sejak awal abad ke-21. Transfusi darah terkadang menjadi satu-satunya cara untuk menyelamatkan nyawa pasien, namun di sisi lain, transfusi darah memiliki risiko yang fatal. Kesalahan dalam pre-transfusi darah berarti transfusi darah tidak lagi menyelamatkan jiwa tetapi mengancam jiwa. Penyebab paling umum dari reaksi transfusi yang fatal adalah pemberian sel darah merah yang incompatible dengan ABO. Metode: Metode penelitian yang digunakan yaitu Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yaitu hasil incompatible pada uji silang serasi PRC di UTD PMI Kabupaten Bekasi Tahun 2022 dengan populasi berjumlah 31.532/kantong PRC dan sampel berjumlah 2,071/kantong PRC. Hasil: Hasil incompatible mayor dengan jumlah terbanyak pada bulan november tahun 2022 yaitu sebanyak 30 kantong PRC (18,99%). Hasil incompatible auto kontrol dengan jumlah terbanyak pada bulan maret tahun 2022 yaitu sebanyak 189 kantong PRC (9,88%). Simpulan: Hasil incompatible mayor pada uji silang serasi PRC di UTD PMI Kabupaten Bekasi Tahun 2022 yaitu sebanyak 158 kantong PRC (7,63%) dan hasil incompatible auto kontrol pada uji silang serasi PRC di UTD PMI Kabupaten Bekasi Tahun 2022 yaitu sebanyak 1.913 kantong PRC (92,37%).
GAMBARAN KADAR HEMOGLOBIN SEBELUM DAN SESUDAH TRANSFUSI DARAH PADA PASIEN ANAK THALASEMIA DI RSUD PASAR REBO Cita Reast Wulansari; Kristina Yunia
Jurnal Teknologi Bank Darah JTBD Vol.3 No.1 (Juni 2024)
Publisher : Akademi Bakti Kemanusiaan Palang Merah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65228/jtbd.v3i1.12

Abstract

Thalasemia merupakan penyakit kelainan darah yang ditandai dengan kondisi eritrosit yang mudah rusak dan berumur pendek yang disebabkan oleh gangguan sintesis hemoglobin (Hb). Sampai saat inipengobatan penyakit thalasemia belum sampai pada tingkat penyembuhan, upaya untuk meningkatkan kualitas hidup penderita thalasemia adalah dengan memberikan transfusi darah seumur hidup. Transfusi darah dengan komponen PRC dapat meningkatkan kadar Hb pasien dan memperbaiki kondisi pasien danmemperbaiki kondisi pasien sehingga dapat menjalankan hidup selayaknya orang sehat. TujuanPenelitian ini adalah Untuk mengetahui gambaran kadar hemoglobin pada pasien anak thalasemiasebelum dan sesudah transfusi darah di RSUD Pasar Rebo. Metode: Menggunakan Deskriptif analitik,waktu penelitian bulan September 2023. Populasi yang digunakan adalah seluruh pasien anakthalasemia. Pengambilan sampel sebanyak 24 pasien anak thalasemia. Alat pengumpulan datamenggunakan data primer. Analisa univariat disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi, denganbantuan program Microsoft Excel. Hasil: Jenis kelamin pasien anak thalasemia lebih banyak laki-lakidibandingkan perempuan. Umur pasien anak thalasemia paling banyak 6-10 tahun. Terdapatpeningkatan kadar Hb rata-rata setelah transfusi PRC yaitu 1,4 gr/dL. Simpulan: Salah satu pengobatanpada pasien anak thalasemia adalah dengan transfusi darah, pada pemberian 2 kantong PRC dapat meningkatkan kadar Hb 1,4 gr/dL.

Page 1 of 2 | Total Record : 20