PT. Serinding Sumber Makmur (PT. SSM) adalah perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan emas dengan rangkaian kegiatan meliputi pengupasan lapisan tanah penutup, peledakan terkontrol, pengangkutan material hasil fragmentasi, hingga pemrosesan emas di pabrik pengolahan. Perusahaan memiliki standar operasional yang menetapkan ukuran bongkah batuan lebih dari 60 cm tidak boleh melebihi 30% dari total fragmentasi. Akan tetapi, hasil pengamatan lapangan menunjukkan rasio aktual mencapai 35%, sehingga melampaui batas yang ditetapkan. Penelitian ini dilakukan untuk menelusuri faktor penyebab perbedaan tersebut dengan fokus pada keterkaitan rancangan geometri peledakan terhadap distribusi fragmentasi batuan. Dua metode diterapkan, yaitu formula R.L. Ash dan algoritme C.J. Konya, sementara analisis fragmentasi dilakukan menggunakan model Kuz–Ram serta perangkat lunak Split Desktop 4.0 berbasis pengolahan citra digital. Hasil percobaan menunjukkan variasi geometri berdampak signifikan: uji pertama dan kedua dengan metode R.L. Ash menghasilkan fragmentasi sebesar 62,14% dan 68,10%, sedangkan metode C.J. Konya pada percobaan ketiga mencapai 70,80%. Hal ini menegaskan pentingnya pemilihan desain peledakan yang optimal.
Copyrights © 2025