Bangunan gedung sekolah merupakan prasarana utama yang berperan penting dalam menunjang proses belajar mengajar. Seiring dengan bertambahnya usia bangunan, kinerja dan kemampuan layan bangunan sekolah cenderung mengalami penurunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kerusakan bangunan gedung sekolah serta menentukan prioritas pemeliharaannya di SMK SMTI Pontianak. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan dan penyebaran kuesioner kepada 20 responden yang terdiri atas tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Penentuan prioritas pemeliharaan dilakukan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan empat kriteria penilaian, yaitu keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh gedung (A–K) berada pada tingkat kerusakan antara 1,02% hingga 7,15% yang termasuk dalam kategori kerusakan ringan. Kriteria keselamatan menjadi faktor paling dominan dalam penentuan prioritas pemeliharaan dengan bobot 0,399, diikuti kriteria kesehatan sebesar 0,351, kenyamanan sebesar 0,147, dan kemudahan sebesar 0,103. Berdasarkan hasil tersebut, gedung A ditetapkan sebagai prioritas utama pemeliharaan dengan bobot 0,159.
Copyrights © 2017