Pengembangan dan peningkatan infrastruktur perkotaan berkontribusi terhadap terwujudnya lingkungan kota yang inklusif serta mendukung aksesibilitas dan kenyamanan bagi pejalan kaki. Trotoar penting bagi keselamatan, kenyamanan, dan mobilitas masyarakat. Jalan Letnan Jenderal Sutoyo di Kota Pontianak membutuhkan trotoar yang sesuai standar untuk mendukung fungsinya sebagai jalur utama kota. Akan tetapi, fakta di lapangan menunjukkan trotoar terhambat penyempitan, gangguan utilitas, dan penggunaan nonpejalan kaki. Penelitian dilaksanakan untuk mengevaluasi kesesuaian kondisi eksisting trotoar terhadap standar teknis, menelaah kepuasan pengguna trotoar terhadap fasilitas pejalan kaki, dan merumuskan rekomendasi atas aspek yang belum memenuhi ketentuan. Metode penelitian berupa kualitatif deskriptif dengan Skala Guttman untuk menilai kondisi eksisting trotoar dan Skala Likert untuk mengukur kepuasan pengguna trotoar. Acuan standar merujuk pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 03/PRT/M/2014 dan Peraturan Menteri PUPR Nomor 07/P/BM/2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek keamanan (56,25%) dan kenyamanan (62,50%) tergolong sesuai, sedangkan aksesibilitas (33,33%), estetika (50,00%), konektivitas (0,00%), dan fasilitas penunjang (20,00%) tergolong tidak sesuai. Tingkat kepuasan pengguna trotoar cenderung rendah, dengan keamanan (41,36%) dan kenyamanan (45,63%) masuk kategori cukup puas. Sementara itu, empat aspek lainnya, yaitu aksesibilitas (37,87%), estetika (37,87%), konektivitas (35,31%), dan fasilitas penunjang (35,06%) masuk kategori tidak puas.
Copyrights © 2025