Salah satu permasalahan yang dihadapi UMKM di Desa Rungkut Kidul, Surabaya, adalah rendahnya pemahaman dan pemanfaatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai metode pembayaran digital. Fokus kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah sosialisasi dan edukasi penggunaan QRIS bagi pelaku UMKM guna meningkatkan literasi keuangan digital dan efisiensi transaksi usaha. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman, keterampilan, serta kesadaran UMKM terhadap manfaat dan penggunaan QRIS dalam operasional usaha sehari-hari. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), dengan teknik observasi partisipatif dan sosialisasi langsung kepada pelaku UMKM. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 22 Juni 2023 di Desa Rungkut Kidul dengan melibatkan pelaku UMKM setempat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran UMKM terhadap manfaat QRIS, seperti kemudahan transaksi, peningkatan efisiensi pembayaran, serta potensi peningkatan omzet penjualan. Meskipun demikian, masih ditemukan beberapa kendala berupa rendahnya literasi digital, keterbatasan perangkat pendukung, serta kebiasaan masyarakat yang masih bergantung pada transaksi tunai. Oleh karena itu, diperlukan pendampingan dan edukasi lanjutan agar implementasi QRIS dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan bagi UMKM. One of the challenges faced by MSMEs in Rungkut Kidul Village, Surabaya, is the low level of understanding and utilization of the Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) as a digital payment method. The focus of this community service activity is to disseminate and educate MSMEs on the use of QRIS to improve digital financial literacy and business transaction efficiency. The objective of this activity is to increase MSMEs' understanding, skills, and awareness of the benefits and use of QRIS in daily business operations. The method used in this community service activity is the Asset-Based Community Development (ABCD) approach, using participatory observation and direct outreach to MSMEs. The activity was conducted on June 22, 2023, in Rungkut Kidul Village, involving local MSMEs. The results showed an increase in MSMEs' understanding and awareness of the benefits of QRIS, such as ease of transactions, increased payment efficiency, and the potential for increased sales turnover. However, several obstacles remain, including low digital literacy, limited supporting devices, and a continued reliance on cash transactions. Therefore, further mentoring and education are needed to ensure optimal and sustainable implementation of QRIS for MSMEs.
Copyrights © 2023