Kenakalan remaja merupakan salah satu fenomena sosial yang kerap muncul pada masa perkembangan siswa remaja, terutama dipicu oleh pengaruh teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bentuk-bentuk kenakalan remaja di SMP Negeri 13 Medan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data diperoleh melalui subjek yang diambil secara snowball sampling dari siswa yang pernah terlibat melakukan kenakalan, serta guru BK di SMP Negeri 13 Medan. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik anaklisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan; 1) bentuk kenakalan siswa berupa, bolos, mencontek, berbicara kasar, merokok, berkelahi, dan mengganggu proses belajar; 2) Proses terjadinya kenakalan umumnya berawal dari pengaruh teman sebaya, dimana siswa terdorong mengikuti perilaku kelompok demi memperoleh penerimaan sosial; 3) strategi penolakan ajakan kenakalan dilakukan siswa dengan menghindari kelompok tertentu, bersikap asertif, maupun mencari dukungan dari teman yang lebih positif; 4) guru BK berperan penting memberikan layanan konseling, pembinaan, serta menjalin kerja sama dengan guru mata pelajaran dan orang tua dalam mengawasi serta membimbing siswa. Dapat disimpulkan, pengaruh teman sebaya sangat kuat terhadap munculnya kenakalan, namun dapat diminimalisir melalui penguatan keterampilan asertivitas siswa, peningkatan dukungan sosial positif, dan optimalisasi peran guru BK.
Copyrights © 2025