Kehilangan mata pencaharian merupakan salah satu faktor utama yang menyebabkan masyarakat pedesaan mengalami tekanan ekonomi. Kondisi ini dialami oleh masyarakat Desa Totap Majawa setelah penutupan Keramba Jaring Apung (KJA) di Danau Toba yang berdampak pada hilangnya pekerjaan sebagai pembudidaya ikan mujair. Sebagai bentuk adaptasi, masyarakat kemudian melakukan peralihan mata pencaharian menjadi petani jagung. Namun, dalam pelaksanaannya, pertanian jagung menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya harga jual, lamanya masa panen, tingginya kebutuhan modal, serta serangan hama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi bertahan hidup petani jagung guna meningkatkan kesejahteraan petani di Desa Totap Majawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani jagung menerapkan tiga strategi utama, yaitu diversifikasi mata pencaharian, penyimpanan cadangan pangan, dan pemanfaatan jaringan sosial. Ketiga strategi tersebut menjadi upaya adaptif petani dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi serta mempertahankan keberlangsungan hidup rumah tangga petani.
Copyrights © 2025