Penelitian ini bertujuan memahami makna keberlanjutan bagi petani sawit dalam penggunaan pupuk organik di Desa Blang Kandis, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang, melalui pendekatan studi kasus agroekologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberlanjutan dimaknai sebagai perpaduan antara upaya menjaga kesuburan tanah, mempertahankan stabilitas ekonomi rumah tangga, serta memastikan produktivitas kebun dalam jangka panjang. Penggunaan pupuk organik dipandang petani sebagai strategi ekologis yang mendukung tujuan tersebut, meskipun tingkat adopsinya masih dipengaruhi oleh faktor sosial seperti penyuluhan, kerja kolektif dalam kelompok tani, serta pengalaman petani lain yang telah berhasil menggunakannya. Temuan ini menegaskan bahwa keberlanjutan tidak hanya dipahami sebagai konsep teknis, tetapi sebagai konstruksi sosial–ekologis yang dibentuk oleh pengalaman, pengetahuan lokal, dan kebutuhan ekonomi. Dengan demikian, pengembangan program pupuk organik perlu mempertimbangkan konteks budaya desa, dinamika sosial petani, serta prinsip-prinsip agroekologi agar dapat diterapkan secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025