Hama tikus merupakan salah satu organisme pengganggu tanaman utama pada perkebunan kelapa sawit yang menyebabkan penurunan produksi dan kualitas hasil panen. Pengendalian hama tikus secara kimiawi menggunakan rodentisida masih banyak diterapkan, namun berisiko terhadap lingkungan dan organisme non-target. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengendalian yang lebih ramah lingkungan melalui pemanfaatan musuh alami, salah satunya burung hantu (Tyto alba). Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran dan efektivitas burung hantu sebagai agen pengendali hayati hama tikus pada perkebunan kelapa sawit. Hasil kajian menunjukkan bahwa Tyto alba mampu menekan populasi tikus secara signifikan, lebih efisien secara ekonomi, serta sejalan dengan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Keberhasilan pengendalian sangat dipengaruhi oleh ketersediaan sarang, pengelolaan habitat, dan minimnya gangguan manusia.
Copyrights © 2025