Friction Stir Welding (FSW) merupakan metode penyambungan fase padat yang efektif untuk material termoplastik seperti Polypropylene (PP), terutama dalam industri otomotif dan manufaktur ringan. Tantangan utama dalam penerapannya pada polimer adalah pengendalian parameter proses, Khususnya kecepatan pengelasan (feed rate), yang memengaruhi kualitas sambungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi feed rate terhadap kekuatan tarik dan lentur pada sambungan polypropylene yang dibentuk melalui proses friction stir welding (FSW). Proses dilakukan dengan menggunakan mesin frais, dengan tool berbahan aluminium 7075 dan pin silinder ulir. Variasi feed rate sebesar 15, 20, dan 25 mm/menit diterpakan dengan kecepatan putar konstan 1460 rpm dan sudut kemiringan 0°. Evaluasi dilakukan melalui pengujian tarik (ASTM D638), lentur (ASTM D790), serta pengamatan makro terhadap stir zone. Hasil menunjukkan bahwa feed rate 15 mm/menit menghasilkan stir zone yang paling homogen dengan cacat internal yang rendah dan kekuatan tarik tertinggi sebesar 13,485 MPa, setara efisiensi sambungan 44,06%. Sementara itu, kekuatan lentur tertinggi sebesar 15,179 MPa dicapai pada feed rate 25 mm/menit, dengan efisiensi lentur sebesar 32,1%. Feed rate tinggi cenderung menyebabkan cacat seperti void dan incomplete fusion akibat distribusi panas yang tidak merata serta plastisitas material yang tidak optimal. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan parameter friction stir welding untuk material polimer, khususnya melalui penerapan tool berbahan aluminium 7075 yang masih jarang dilaporkan dalam literatur dan dapat menjadi acuan untuk optimasi proses di sektor industri termoplastik.
Copyrights © 2025