Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi peran apoteker dalam kolaborasi interprofesional (interprofessional collaboration/IPC) di pelayanan kesehatan dan memahami dampaknya terhadap hasil klinis, kepatuhan pasien, serta efektivitas tim lintas profesi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, memanfaatkan literatur akademik terbaru yang relevan, termasuk artikel ilmiah dan laporan resmi. Data dikumpulkan melalui penelusuran literatur sistematis dan dianalisis secara deskriptif-induktif dengan tahapan identifikasi tema, reduksi data, kategorisasi konsep, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa apoteker memainkan peran penting dalam lima dimensi kolaborasi: kemitraan, koordinasi, kerja sama, pengambilan keputusan, dan hasil terapeutik. Bentuk kolaborasi yang ditemukan mencakup review obat, manajemen terapi, edukasi pasien, partisipasi dalam ward round, serta integrasi di praktik primer. Faktor pendukung meliputi kejelasan peran, komunikasi efektif, dukungan sistemik, co-location, dan teknologi komunikasi, sedangkan hambatan meliputi keterbatasan waktu, ketidakjelasan deskripsi tugas, serta tantangan dalam membangun identitas kolaboratif. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya strategi pendidikan interprofesional, penguatan identitas profesional, dan adaptasi budaya organisasi untuk meningkatkan efektivitas IPC. Kesimpulannya, optimalisasi peran apoteker dalam kolaborasi interprofesional tidak hanya meningkatkan hasil klinis dan kepatuhan pasien, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan teori dan praktik kolaborasi lintas profesi di pelayanan kesehatan.
Copyrights © 2026