Transformasi digital telah menjadi strategi utama perbankan dalam meningkatkan kualitas layanan, termasuk pada Bank Syariah Indonesia (BSI) melalui implementasi BYON (Banking Your Own Needs). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh digitalisasi layanan BYON by BSI terhadap risiko operasional. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei menggunakan kuesioner berskala Likert. Responden terdiri dari pengguna BYON yang telah mengakses layanan minimal enam bulan. Analisis data meliputi uji validitas, reliabilitas, analisis deskriptif, dan regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi layanan BYON memiliki pengaruh signifikan terhadap risiko operasional dengan arah negatif, yang berarti semakin optimal penerapan digitalisasi layanan, semakin rendah tingkat risiko operasional yang muncul. Temuan ini menegaskan bahwa digitalisasi mampu menekan risiko prosedural manual, namun tetap membuka potensi risiko teknologi yang memerlukan penguatan keamanan sistem dan tata kelola operasional. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan layanan digital perbankan syariah, khususnya dalam peningkatan literasi digital, penguatan sistem keamanan, dan mitigasi risiko teknologi untuk mendukung stabilitas operasional bank.
Copyrights © 2025