Penciptaan karya kriya kayu ini mengangkat burung bangau sebagai sumber inspirasi utama. Pemilihan burung bangau didasari oleh ketertarikan penulis terhadap karakteristik visualnya yang unik, seperti kaki dan paruh yang panjang, serta nilai filosofis yang terkandung di dalamnya, seperti simbol kesetiaan, keberuntungan, umur panjang, dan perdamaian. Masalah utama yang dikaji adalah bagaimana mentransformasikan bentuk fisik burung bangau ke dalam media kayu melalui teknik ukir terawang dalam wujud karya seni dua dimensi. Metode penciptaan yang digunakan terdiri dari tiga tahap utama, yaitu: eksplorasi (pengamatan langsung dan studi pustaka untuk menemukan ide bentuk), perancangan (pembuatan sketsa alternatif hingga desain terpilih), dan perwujudan (proses pengerjaan fisik). Bahan utama yang digunakan adalah kayu surian, yang dipilih karena kualitas serat dan kekuatannya, dengan teknik penyelesaian akhir (finishing) menggunakan warna impra dan cairan biopolis. Hasil dari penciptaan ini adalah karya kriya kayu dua dimensi berupa hiasan dinding yang menonjolkan estetika bentuk burung bangau melalui teknik ukir terawang. Selain sebagai media ekspresi pribadi, karya ini bertujuan untuk memperkenalkan serta menyampaikan pesan moral kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian burung bangau
Copyrights © 2025