Penelitian ini mengkaji peran teknik pencahayaan dalam membentuk unsur dramatik konflik, curiosity, suspense, dan surprise pada film drama thriller Penyalin Cahaya karya Wregas Bhanuteja. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi bagaimana tata cahaya diterapkan sebagai bahasa visual yang memperkuat kondisi psikologis tokoh utama serta menggerakan dinamika naratif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi visual tiap adegan, studi dokumen, serta wawancara dengan gaffer film. temuan penelitian mnunjukan bahwa teknik pencahayaan low key, high key, motivated lighting, artificial lighting, dan practical lighting berperan sebagai perangkat sinematik utama dalam membangun keempat unsur dramatik tersebut. Secara khusus, penggunaan low key lighting dengan kontras tinggi terbukti efektif menegaskan atmosfer gelap, penuh misteri, dan tekanan psikologis yang dialami Suryani, sejalan dengan tema trauma dan proses investigatif dalam film. Selain menciptakan estetika visual, pencahayaan juga berfungsi sebagai instrumen naratif yang memandu penonton pada detail penting dan membangun ketegangan emosional, sehingga cahaya hadir sebagai unsur dramatik yang esensial, bukan sekedar aspek visual.
Copyrights © 2025