Madu galo-galo merupakan produk lokal hasil budidaya lebah tanpa sengat (Trigona sp.) yang memiliki nilai kesehatan dan potensi ekonomi yang tinggi di Sumatera Barat. Di Nagari Toboh Gadang Timur, Kabupaten Padang Pariaman, madu galo-galo dikelola oleh peternak skala UMKM, namun belum didukung oleh strategi visual dan kemasan yang memadai. Kemasan yang digunakan saat ini bersifat polos, minim informasi, serta tidak memiliki identitas merek, sehingga produk sulit dikenali dan kurang mampu bersaing dengan produk sejenis. Permasalahan tersebut menunjukkan pentingnya perancangan grafis kemasan sebagai media komunikasi visual antara produk dan konsumen. Perancangan ini bertujuan untuk menciptakan desain kemasan madu galo-galo yang mampu merepresentasikan karakter produk, meningkatkan daya tarik visual, serta memberikan informasi yang jelas dan mudah dipahami. Metode perancangan meliputi observasi lapangan, wawancara dengan peternak, analisis target audiens, dan studi visual produk sejenis. Hasil perancangan diharapkan dapat memperkuat identitas produk madu galo-galo, meningkatkan nilai jual, serta mendukung pengembangan UMKM lokal secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026