Artikel ini mengkaji strategi pembelajaran dan tujuan akhir proses belajar dalam pemikiran Ibnu Sina serta relevansinya dengan praktik pendidikan saat ini. Strategi pembelajaran dipahami sebagai perencanaan sistematis yang mencakup metode, teknik, dan pendekatan pembelajaran dengan harapan dapat mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. Dalam konteks pendidika saat ini, strategi pembelajaran tidak hanya berorientasi pada pencapaian kognitif saja, namun bagaimana mengembangkan aspek afektif, psikomotorik, dan pembentukan karakter. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan menelaah sumber-sumber primer dan sekunder yang relevan, baik dari literatur pendidikan modern maupun pemikiran Ibnu Sina. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Ibnu Sina menawarkan konsep pendidikan yang bersifat integral dan humanistik, dengan tujuan akhir diarahkan pada pengembangan potensi manusia secara menyeluruh, meliputi aspek fisik, intelektual, moral dan aspek spiritual. Selain itu, pendidikan menurut Ibnu Sina harus berorientasi pada pembinaan jiwa, akhlak, dan kesiapan peserta didik untuk hidup bermasyarakat sesuai dengan bakat dan potensi yang dimilikinya. Dengan demikian, pemikiran Ibnu Sina tentang strategi pembelajaran dan tujuan akhir pendidikan memiliki relevansi yang kuat dengan kebutuhan pendidikan masa kini, khususnya dalam upaya membangun pendidikan yang aktif dan berorientasi pada pembentukan manusia seutuhnya.
Copyrights © 2026