Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran TPQ Baitussalam di Desa Rowolaku sebagai pusat pendidikan nonformal dan pemberdayaan masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan model Participatory Action Research (PAR) melalui observasi lapangan dan wawancara dengan pengajar, santri, dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TPQ Baitussalam tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembelajaran Al-Qur’an dengan metode Metode Yanbu’a, tetapi juga menjadi pusat penguatan spiritual, sosial, dan ekonomi masyarakat. Kegiatan di TPQ ini meningkatkan kemampuan baca Al-Qur’an santri, mempererat hubungan sosial warga, serta mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi kecil di sekitar lokasi pembelajaran. Dukungan tokoh agama, masyarakat, dan orang tua menjadi faktor utama keberhasilan program. Kesimpulannya, majelis taklim melalui TPQ berperan strategis dalam membangun masyarakat religius, harmonis, dan mandiri secara sosial.
Copyrights © 2026