Isu tahrif Al-Qur’an merupakan salah satu persoalan paling kontroversial dalam sejarah pemikiran Islam, khususnya terkait dengan sebagian pandangan ulama Syi’ah. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara kritis dinamika wacana tahrif Al-Qur’an dalam tradisi intelektual Syi’ah melalui pendekatan historis-teologis dan kajian literatur primer maupun sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klaim adanya tahrif lebih banyak muncul dari teks-teks marginal serta konteks politik awal Islam, sementara mayoritas ulama Syi’ah arus utama menegaskan keotentikan Al-Qur’an sebagaimana diterima umat Islam pada umumnya. Perdebatan tersebut juga dipengaruhi oleh konstruksi epistemologis, otoritas hadis, serta dinamika relasi Sunni–Syi’ah dalam sejarah. Dengan demikian, studi ini menegaskan bahwa isu tahrif Al-Qur’an bukan merupakan doktrin normatif dalam Syi’ah, melainkan wacana historis yang kompleks dan perlu ditelaah secara proporsional. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap penguatan pemahaman lintas mazhab serta pengembangan kajian studi Al-Qur’an kontemporer.
Copyrights © 2025