Rutting atau alur roda merupakan salah satu jenis kerusakan perkerasan jalan yang disebabkan oleh deformasi permanen akibat beban lalu lintas berulang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan Serbuk Karet Alam Teraktivasi (SKAT) terhadap performa rutting campuran beraspal menggunakan Wheel Tracking Machine (WTM) test. Metode penelitian menggunakan perbandingan antara campuran Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) konvensional dengan campuran yang dimodifikasi menggunakan 30% SKAT, keduanya dengan kadar aspal 6%. Pengujian WTM dilakukan selama 60 menit dengan total 1260 lintasan roda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran dengan 30% SKAT menghasilkan performa rutting yang lebih baik dibandingkan campuran konvensional. Deformasi awal (D?) pada campuran SKAT sebesar 1,70 mm, lebih tinggi dibandingkan campuran konvensional (1,10 mm), namun kecepatan deformasi (RD) campuran SKAT (0,004 mm/menit) lebih rendah dibandingkan campuran konvensional (0,0047 mm/menit). Stabilitas dinamis campuran SKAT mencapai 10.500 lintasan/mm, meningkat 16,67% dibandingkan campuran konvensional yang hanya mencapai 9.000 lintasan/mm. Deformasi total setelah 60 menit pada campuran SKAT (2,26 mm) lebih rendah 8,13% dibandingkan campuran konvensional (2,46 mm). Hasil ini mengindikasikan bahwa penambahan SKAT dapat meningkatkan ketahanan campuran beraspal terhadap deformasi permanen dan rutting, sehingga berpotensi meningkatkan umur layanan perkerasan jalan.
Copyrights © 2025