Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Penambahan Serbuk Karet Terhadap Performa Rutting Campuran Beraspal Berdasarkan Wheel Tracking Machine Test Muhammad Ananta, Fairuz
Jurnal Global Ilmiah Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Global Ilmiah
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/jgi.v3i3.324

Abstract

Rutting atau alur roda merupakan salah satu jenis kerusakan perkerasan jalan yang disebabkan oleh deformasi permanen akibat beban lalu lintas berulang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan Serbuk Karet Alam Teraktivasi (SKAT) terhadap performa rutting campuran beraspal menggunakan Wheel Tracking Machine (WTM) test. Metode penelitian menggunakan perbandingan antara campuran Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) konvensional dengan campuran yang dimodifikasi menggunakan 30% SKAT, keduanya dengan kadar aspal 6%. Pengujian WTM dilakukan selama 60 menit dengan total 1260 lintasan roda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran dengan 30% SKAT menghasilkan performa rutting yang lebih baik dibandingkan campuran konvensional. Deformasi awal (D?) pada campuran SKAT sebesar 1,70 mm, lebih tinggi dibandingkan campuran konvensional (1,10 mm), namun kecepatan deformasi (RD) campuran SKAT (0,004 mm/menit) lebih rendah dibandingkan campuran konvensional (0,0047 mm/menit). Stabilitas dinamis campuran SKAT mencapai 10.500 lintasan/mm, meningkat 16,67% dibandingkan campuran konvensional yang hanya mencapai 9.000 lintasan/mm. Deformasi total setelah 60 menit pada campuran SKAT (2,26 mm) lebih rendah 8,13% dibandingkan campuran konvensional (2,46 mm). Hasil ini mengindikasikan bahwa penambahan SKAT dapat meningkatkan ketahanan campuran beraspal terhadap deformasi permanen dan rutting, sehingga berpotensi meningkatkan umur layanan perkerasan jalan.
Pengaruh Metode Pencampuran (Wet Vs Dry) Serbuk Karet Alam Terhadap Karakteristik Binder dan Performa AC-WC Muhammad Ananta, Fairuz
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 12 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i12.9371

Abstract

Modifikasi aspal menggunakan serbuk karet alam telah menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan performa perkerasan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode pencampuran basah (wet process) dan kering (dry process) serbuk karet alam terhadap karakteristik binder dan performa campuran Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC). Metode pencampuran basah dilakukan dengan mencampurkan serbuk karet alam ke dalam aspal pada suhu 160-170°C selama 30-45 menit, sedangkan metode kering dilakukan dengan mencampurkan serbuk karet langsung ke agregat panas. Penelitian menggunakan variasi kadar aspal 5%, 5,5%, 6%, 6,5%, dan 7% dengan penambahan serbuk karet alam 30% dan 35% dari berat aspal. Parameter yang diuji meliputi stabilitas Marshall, kelelehan (flow), void in mix (VIM), void in mineral aggregate (VMA), void filled with bitumen (VFB), kepadatan (density), dan Marshall Quotient (MQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pencampuran basah dengan kadar serbuk karet 30% pada kadar aspal optimum 6,5% menghasilkan stabilitas tertinggi sebesar 893,16 kg, kelelehan 4,9 mm, VIM 2,07%, VMA 16,13%, VFB 87,19%, density 2,283 gr/cm³, dan MQ 182,28 kg/mm. Metode pencampuran basah memberikan performa superior dibandingkan metode kering dalam hal stabilitas, ketahanan terhadap deformasi permanen, dan karakteristik volumetrik. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan metode pencampuran basah dengan kadar serbuk karet alam 30% sebagai alternatif modifikasi aspal untuk meningkatkan kualitas perkerasan AC-WC.