Penelitian ini bertujuan untuk melihat peningkatan kemampuan kognitif anak usia 3–4 tahun melalui permainan balok. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) model Kemmis dan Taggart yang terdiri dari 2 siklus, setiap siklus terdiri dari beberapa pertemuan dengan tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah anak usia 5–6 tahun di TK Mangkunegoro Surabaya. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan metode observasi dan dokumentasi. Penelitian ini dikatakan berhasil apabila terjadi peningkatan kemampuan kognitif anak yang mencakup konsentrasi pada anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I terjadi peningkatan kemampuan kognitif anak dari 56,25% hingga 68,75%, dan pada siklus II meningkat menjadi 75% hingga 87,5%. Aktivitas guru juga mengalami peningkatan dari 75% pada siklus I menjadi 93,75% pada siklus II. Penggunaan permainan balok. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa permainan balok dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini secara signifikan di TK Mangkunegoro Surabaya.
Copyrights © 2025