Penelitian ini berfokus pada perbedaan kemampuan komunikasi intrapersonal Islami antara siswa mukim dan non-mukim di MTs Hidayatus Shibyan. Komunikasi intrapersonal Islami dipahami sebagai unsur penting dalam pendidikan Islam karena berkaitan dengan perkembangan kesadaran diri, pengendalian emosi, serta pembentukan sikap moral. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan tingkat komunikasi intrapersonal Islami pada kedua kelompok serta mengidentifikasi apakah terdapat perbedaan yang berarti di antara keduanya. Penelitian menerapkan pendekatan kuantitatif komparatif dengan menggunakan angket berskala Likert yang diisi oleh 58 responden. Analisis dilakukan melalui statistik deskriptif untuk melihat kecenderungan skor masing-masing kelompok dan uji-t independen untuk menguji perbedaan komunikasi intrapersonal Islami antara siswa mukim dan non-mukim. Temuan penelitian menunjukkan bahwa siswa mukim memiliki tingkat komunikasi intrapersonal Islami yang lebih tinggi. Hal ini tidak terlepas dari lingkungan pesantren yang memberikan pembiasaan keagamaan secara rutin dan terstruktur. Adapun siswa non-mukim berada pada kategori sedang karena aktivitas religius di luar sekolah tidak seintens pembinaan di pesantren. Hasil analisis inferensial juga menegaskan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelompok, sehingga lingkungan religius terbukti berkontribusi terhadap pembentukan kesadaran diri dan stabilitas spiritual. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa pembiasaan keagamaan berbasis pesantren memiliki peran besar dalam memperkuat komunikasi intrapersonal Islami siswa. Oleh karena itu, kerja sama antara pihak madrasah dan pesantren perlu terus ditingkatkan dalam pembinaan karakter peserta didik.
Copyrights © 2025