Pembelajaran Fiqih di madrasah sering kali belum memberikan dampak optimal terhadap pemahaman konseptual siswa, sehingga diperlukan pendekatan yang mampu menggabungkan kekuatan tradisi pesantren dengan kurikulum formal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh metode sorogan kitab Safinatun Najah yang dipadukan dengan pendekatan NKN (Nadzom Kunci Nahwu) terhadap pemahaman Fiqih siswa kelas VIII F MTs Manbail Futuh, sekaligus mendeskripsikan proses integrasi pembelajaran pesantren–madrasah dalam konteks pendidikan formal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-eksperimental pre-test post-test control group, melibatkan 32 siswa yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kontrol. Instrumen tes diberikan sebelum dan sesudah perlakuan, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, dan Uji-t Independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan pemahaman yang lebih tinggi (M = 21,31) dibandingkan kelompok kontrol (M = 10,75), dengan nilai thitung = 4,186 dan p = 0,000 < 0,05. Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi metode sorogan dan NKN memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan pemahaman Fiqih siswa
Copyrights © 2025