Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEGIATAN PEMASANGAN TITIK KUMPUL DENGAN SIMULASI TANGGAP DARURAT DI SMPN 19 PENAJAM PASER UTARA Dian Amelia Putri; Jane Monica Devi Alifia Sheren; Hosea Novfianto; Duwy Rahmat Arbianto; Azzis Ramzumar Mahfud; Ari Pujangga Pangestu; Anisa Wisnu Wardhani; Afni Asmaningsih; Elya Rozana Usman; Rika Istianingrum; Mahmudatul Munawaroh
Jurnal Humaniora dan Sosial Sains Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Pojok Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One important step in planning an emergency simulation is to establish a muster point. During an emergency, a muster point is where people gather to maintain safety and avoid confusion. Establishing a muster point means choosing a strategic location, putting up clear identifying signs, and providing information to people who live there and people who come there. A muster point can reduce losses in an emergency situation. Muster point also educate people on the importance of evacuation and local safety. Therefore, planning and implementing activities to establish muster points is a good step to improve emergency preparedness and responsibility.
Integrasi Pembelajaran Pondok Pesantren Dengan Madrasah Tsanawiyah: Studi Pengaruh Implementasi Sorogan Kitab Safinatun Najah Metode Nkn (Nadzhom Kunci Nahwu) di Pondok Pesantren Terhadap Pemahaman Materi Fiqih Siswa Kelas VIII F MTS Manbail Futuh Siti Zulaikhah; Mahmudatul Munawaroh
QAZI: Journal of Islamic Studies Vol 2 No 2 (2025): 2025
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qz.v2i2.685

Abstract

Pembelajaran Fiqih di madrasah sering kali belum memberikan dampak optimal terhadap pemahaman konseptual siswa, sehingga diperlukan pendekatan yang mampu menggabungkan kekuatan tradisi pesantren dengan kurikulum formal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh metode sorogan kitab Safinatun Najah yang dipadukan dengan pendekatan NKN (Nadzom Kunci Nahwu) terhadap pemahaman Fiqih siswa kelas VIII F MTs Manbail Futuh, sekaligus mendeskripsikan proses integrasi pembelajaran pesantren–madrasah dalam konteks pendidikan formal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-eksperimental pre-test post-test control group, melibatkan 32 siswa yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kontrol. Instrumen tes diberikan sebelum dan sesudah perlakuan, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, dan Uji-t Independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan pemahaman yang lebih tinggi (M = 21,31) dibandingkan kelompok kontrol (M = 10,75), dengan nilai thitung = 4,186 dan p = 0,000 < 0,05. Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi metode sorogan dan NKN memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan pemahaman Fiqih siswa