Pengembangan kemampuan metakognitif pada siswa sekolah menengah pertama menjadi aspek penting dalam pembelajaran, karena kemampuan ini berkaitan dengan kesadaran dan pengelolaan proses berpikir siswa selama belajar. Namun, praktik pembelajaran yang masih didominasi pendekatan konvensional sering kali belum memberikan kesempatan yang memadai bagi siswa untuk mengontrol dan merefleksikan strategi berpikir yang digunakan. Oleh sebab itu, diperlukan pendekatan pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif dalam pemecahan masalah serta didukung oleh media pembelajaran yang bersifat interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penerapan model Problem Based Learning yang dipadukan dengan simulasi interaktif berbasis coding visual terhadap kemampuan metakognitif siswa. Penelitian dilaksanakan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan desain eksperimen semu berupa posttest-only control group design. Sampel penelitian melibatkan siswa kelas VIII-A SMP Negeri 1 Lhokseumawe yang terdiri atas 20 siswa sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas VIII-B SMP Negeri 1 Lhokseumawe yang terdiri atas 19 siswa sebagai kelas kontrol. Pengukuran kemampuan metakognitif dilakukan melalui tes yang disusun berdasarkan indikator perencanaan, pemantauan, dan evaluasi berpikir. Analisis data dilakukan menggunakan uji Shapiro Wilk untuk menguji normalitas data, uji Levene’s untuk menguji homogenitas varians, serta uji independent samples t-test dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil analisis menunjukkan bahwa data kemampuan metakognitif siswa memenuhi asumsi normalitas dan homogenitas. Selanjutnya, uji perbedaan rata-rata didapatkan tingkat signifikansi berada di bawah batas 0,05 (sig. = 0,002). Hal ini menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan pembelajaran berbasis masalah yang didukung oleh simulasi interaktif berbasis coding visual memberikan pengaruh signifikan terhadap kemampuan metakognitif siswa.
Copyrights © 2025