Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kreativitas belajar peserta didik dalam pembelajaran PAI, yang menunjukkan adanya kesenjangan antara strategi guru dan kebutuhan siswa akan pendekatan yang lebih interaktif dan menstimulasi kreativitas. Minimnya kajian tentang efektivitas model Creative Problem Solving (CPS) dalam pembelajaran PAI tingkat SMP, sementara penelitian sebelumnya lebih banyak berfokus pada bidang sains, teknologi, dan kewirausahaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas CPS dalam meningkatkan kreativitas belajar PAI. Metode yang digunakan adalah Quasi Experimental dengan desain Posttest-Only Control Group Design, melibatkan dua kelas yang dipilih melalui simple random sampling: kelas VIII D sebagai kelas eksperimen dan VIII B sebagai kelas kontrol. Instrumen berupa angket 15 butir yang telah teruji valid dan reliabel dengan koefisien 0,764. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, dan uji-t. Hasil menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok (t = –2.126; p = 0.038), sehingga CPS terbukti efektif meningkatkan kreativitas belajar PAI. Temuan ini menegaskan bahwa CPS tidak hanya relevan bagi pembelajaran sains, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan pedagogi PAI melalui peningkatan berpikir kreatif, kemampuan pemecahan masalah, dan internalisasi nilai moral.
Copyrights © 2025