Keaktifan belajar peserta didik dalam pembelajaran PAI masih menjadi permasalahan yang signifikan, terutama karena proses pembelajaran di sekolah cenderung didominasi metode ceramah, kurangnya penggunaan media pembelajaran, dan partisipasi peserta didik yang rendah. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa indikator keaktifan dalam mengajukan pertanyaan hanya mencapai 23%, sehingga kemampuan untuk berpartisipasi aktif dalam diskusi masih jauh dari optimal. Meskipun penelitian sebelumnya telah membuktikan efektivitas PBL, belum banyak studi yang mengintegrasikan pendekatan TARL, khususnya pada pembelajaran PAI tingkat SMP, sehingga terdapat kesenjangan penelitian (research gap) yang menjadi kebaruan penelitian ini. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas model pembelajaran PBL dengan pendekatan TARL terhadap keaktifan belajar peserta didik. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain Quasi Experimental Posttest-Only Control Group, melibatkan dua kelas VII di SMP Negeri 1 Jati Agung, masing-masing sebagai kelompok eksperimen (PBL-TARL) dan kontrol (konvensional). Data dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok dan model PBL-TARL efektif meningkatkan keaktifan belajar. Kesimpulannya, integrasi PBL dan TARL mampu menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, adaptif, dan inklusif, sehingga meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam bertanya, berdiskusi, dan mengemukakan pendapat. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan ilmu pendidikan melalui inovasi desain pembelajaran yang responsif dan relevan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran PAI.
Copyrights © 2025