Sebagai tujuan utama, abstrak ini bertujuan menggambarkan signifikansi umum dan konsep penelitian. Pendidikan Islam menghadapi tantangan globalisasi dan kemajuan teknologi, yang menuntut adanya inovasi terus-menerus tanpa mengabaikan inti ajaran Islam. Makalah ini menganalisis konsep inovasi (tajdid dan ibtikar) dari perspektif pendidikan Islam serta mengidentifikasi bentuk-bentuk inovasi yang telah dikembangkan. Bentuk-bentuk inovasi tersebut meliputi: kurikulum integratif dan berbasis kompetensi, metodologi pembelajaran aktif seperti problem-based learning dan project-based learning, pemanfaatan teknologi digital (e-learning dan digitalisasi khazanah Islam), transformasi manajemen kelembagaan (TQM dan pesantren terpadu), serta penguatan pendidikan karakter dan spiritualitas (ESQ dan living values education). Namun, implementasinya menghadapi tantangan berupa resistensi dari tradisionalis, keterbatasan sumber daya finansial dan manusia, serta kualitas guru yang tidak merata. Keberhasilan inovasi membutuhkan komitmen dari seluruh pemangku kepentingan serta penguatan ekosistem inovasi.
Copyrights © 2025