Panjat tebing sebagai salah satu cabang olahraga ekstrem yang menuntut kemampuan fisik, ketajaman mental, serta strategi yang terencana. Kombinasi teknik, kekuatan otot, keseimbangan, dan ketepatan dalam pengambilan keputusan menjadi esensi dalam menghadapi berbagai tantangan. Cedera, khususnya cedera berulang yang merupakan permasalahan signifikan dan berdampak serius terhadap performa serta fungsi tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan faktor peningkatan risiko cedera menggunakan Functional Movement Screening (FMS) sebagai indikator ketidakseimbangan gerakan, jenis kelamin, intensitas latihan, riwayat cedera dan Indeks Massa Tubuh (IMT) terhadap peningkatan risiko cedera saat melakukan panjat tebing pada Mapala. Hasil penelitian ini menggarisbawahi pentingnya pemulihan yang optimal, implementasi strategi pencegahan cedera yang terarah, serta pemantauan kondisi fisik secara berkala guna menjaga performa dan meminimalkan risiko cedera dalam aktivitas olahraga yang penuh tantangan ini.
Copyrights © 2025